Bagi daerah seperti Sumatera Selatan, penurunan hampir separuh alokasi menjadi pukulan berat bagi fiskal daerah.
Ke depan, tantangan besar menanti pemerintah pusat dan daerah.
Bagaimana caranya menjaga keseimbangan fiskal, memastikan program pembangunan tetap berjalan, dan tidak mengorbankan layanan dasar masyarakat.
Sebab, bagi masyarakat, angka triliunan dalam APBN bukan sekadar statistik, melainkan nafas keseharian yang menentukan apakah sekolah anak tetap gratis, apakah puskesmas bisa melayani tanpa hambatan, dan apakah jalan-jalan desa tetap bisa dibangun.
Pertanyaan besarnya kini: apakah efisiensi di pusat sebanding dengan keresahan di daerah? Waktu yang akan menjawabnya. (*/red)






