Selain itu, pengendara yang tidak sabar menunggu giliran kerap nekat maju sehingga menimbulkan kemacetan lebih parah.
Ahmad pun berharap ada petugas kepolisian atau Dinas Perhubungan yang siaga penuh di lokasi agar arus lalu lintas lebih tertib.
Langkah Darurat dan Penanganan Permanen
Afif, Bidang Preservasi Wilayah II BBPJN Provinsi Sumsel, menjelaskan bahwa penanganan saat ini masih bersifat sementara.
BACA JUGA: Motor Hasil Curas Ditemukan, Polsek Lintang Kanan Kembalikan ke Pemilik
“Kami lakukan pemasangan cerucuk kayu dan bigbag tanah untuk menahan longsoran. Untuk permanen, harus dilakukan penelitian kondisi tanah dan struktur terlebih dahulu agar tidak rusak lagi bila longsor susulan terjadi,” terangnya.
Ia menegaskan, percepatan penanganan terus diupayakan karena jembatan ini merupakan sarana vital, sama pentingnya dengan Jembatan Air Semarang yang juga berada di Kelurahan Pasar Muara Beliti.
Arus Lalu Lintas 24 Jam
Petugas kini mengatur lalu lintas selama 24 jam agar kendaraan dari dua arah tetap bisa melintas meski bergantian.
Namun, tanpa pengawasan ketat aparat, aturan ini sering diabaikan sehingga antrean panjang menjadi pemandangan sehari-hari.
Warga berharap pemerintah segera menuntaskan penanganan permanen agar aktivitas masyarakat kembali normal.
BACA JUGA: Oknum Guru BK SMPN 1 Lubuk Linggau Resmi Jadi Tersangka Pelecehan
Bagi pengendara, kesabaran saat melintas menjadi kunci agar tidak menambah masalah di jalur vital ini. (*/red)






