Petani Banyuasin Bakal Nikmati SPBU Pertanian Pertama di Indonesia

oleh -90 Dilihat
oleh
SPBU pertanian pertama di Indonesia segera dibangun di Banyuasin. Solusi distribusi BBM untuk petani sekaligus penguat ketahanan pangan nasional. (*/Ilustrasi)

Ringkasan Berita:

° Pemprov Sumsel segera membangun SPBU khusus pertanian di Banyuasin, Sumatera Selatan.

° SPBU ini ditujukan untuk memudahkan petani memperoleh BBM bagi mesin pertanian.

° Kehadirannya diharapkan meningkatkan produksi padi Banyuasin yang pada 2025 mencapai 674.918 ton.


BANYUASIN, LINTANGPOS.com – Perkembangan teknologi pertanian terus melaju pesat.

Jika di era 1990-an petani membajak sawah dengan tenaga kerbau dan sapi, kini hampir seluruh proses pengolahan lahan dilakukan menggunakan mesin traktor berbahan bakar bensin.

Modernisasi ini memang mempermudah kerja petani.

Namun di sisi lain, muncul persoalan baru: ketersediaan dan akses bahan bakar minyak (BBM).

Tidak semua petani memiliki kendaraan untuk membeli BBM di SPBU, sementara pembelian tanpa kendaraan sering kali tidak dilayani.

Menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengambil langkah strategis dengan membangun SPBU khusus pertanian.

BACA JUGA: Gagal Memerkosa, Pemuda Banyuasin Kabur Dengar Teriakan Korban

Fasilitas ini rencananya akan berdiri di Kabupaten Banyuasin, tepatnya di Kecamatan Muara Telang.

Bupati Banyuasin, Askolani, menyebut SPBU ini akan menjadi yang pertama di Sumatera Selatan bahkan pertama di Indonesia yang dikhususkan untuk kebutuhan sektor pertanian.

“SPBU ini sangat menunjang kegiatan petani di Banyuasin yang menggunakan alat dan mesin pertanian,” ujar Askolani.

Menurutnya, keberadaan SPBU khusus tersebut akan menjawab keluhan petani terkait sulitnya memperoleh BBM dengan harga normal.

“Harapannya distribusi BBM lebih mudah, harga tetap terjangkau, dan produksi pertanian terus meningkat,” tambahnya.

Langkah ini menjadi semakin penting mengingat posisi strategis Banyuasin dalam ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA: Para Istri di Banyuasin Ramai-Ramai Gugat Cerai, Ini Penyebabnya!

Pada tahun 2025, produksi beras di daerah tersebut tercatat mencapai 674.918 ton, menjadikannya penghasil beras terbesar di Indonesia.

Dengan hadirnya SPBU pertanian ini, pemerintah daerah optimistis produktivitas petani akan semakin meningkat, biaya operasional dapat ditekan, dan sektor pertanian Banyuasin akan semakin kokoh sebagai lumbung pangan nasional.

Modernisasi alat, kemudahan akses BBM, dan dukungan infrastruktur kini menjadi fondasi baru bagi masa depan pertanian Indonesia—dan Banyuasin berada di barisan terdepan perubahan itu. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search