Kejari Pagar Alam tetapkan AM sebagai tersangka baru kasus korupsi bahu jalan Seriun 2023. Kerugian negara tembus Rp523 juta, enam tersangka ditahan, Selasa (14/1/2026). Foto: Istimewa
° Kejari Pagar Alam kembali menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek bahu jalan Ratu Seriun 2023.
° AM selaku PPTK resmi ditahan, membuat total tersangka kini menjadi enam orang, termasuk tiga ASN Dinas PUTR Kota Pagar Alam.
PAGAR ALAM, LINTANGPOS.com — Kasus dugaan korupsi proyek pelebaran bahu Jalan Ratu Seriun, Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam, kembali memanas.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Pagar Alam resmi menetapkan satu tersangka baru berinisial AM, Selasa (13/1/2026).
AM diketahui menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam proyek yang dibiayai dari APBD Tahun Anggaran 2023 tersebut.
Penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik mengantongi minimal dua alat bukti yang sah serta menemukan adanya perbuatan melawan hukum.
Dengan ditetapkannya AM, jumlah tersangka dalam perkara ini kini mencapai enam orang.
Tiga di antaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kota Pagar Alam.
BACA JUGA: Tuntutan Jaksa Dinilai Rapuh, Terdakwa Korupsi Berpeluang Bebas
Sebelumnya, pada 24 Desember 2025, Kejari telah menetapkan tiga tersangka yakni D, H, dan DI.
Lima hari kemudian, tepatnya 29 Desember 2025, dua tersangka lain kembali ditetapkan, yakni AS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan YA, Wakil Direktur CV Aditya Gemilang Persada yang berperan sebagai konsultan proyek senilai Rp1.491.562.000.
Kepala Kejaksaan Negeri Pagar Alam, Dr. Ira Febrina, SH, MSi, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Selatan, negara mengalami kerugian sebesar Rp523.628.719,38.
“Penyidik telah menemukan minimal dua alat bukti sah dan adanya perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara,” tegas Ira Febrina.
Penetapan tersangka AM tertuang dalam Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-01/L.6.18./Fd.2/01/2026 tertanggal 13 Januari 2026.
Sebelumnya, AM diperiksa sebagai saksi, namun setelah dilakukan gelar perkara, statusnya resmi ditingkatkan menjadi tersangka.
BACA JUGA: Babak Baru Korupsi Pokir DPRD OKU Jilid III, KPK Kirim 4 Terdakwa ke Meja Hijau Palembang
AM langsung dilakukan penahanan selama 20 hari, terhitung mulai 13 Januari hingga 1 Februari 2026 di Lapas Kelas III Pagar Alam, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: 52/L.6.18/Fd.2/01/2026.
Page: 1 2
Polres Empat Lawang menetapkan seorang oknum kepala desa di Kecamatan Lintang Kanan sebagai tersangka kasus…
Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi mengungkap kasus dugaan karhutla di Desa Seguli Kecil…
Ketua DPRD Empat Lawang Darli berharap jumlah barang bukti ganja dan sabu-sabu terus menurun serta…
Polsek Tebing Tinggi mengamankan seorang pria terkait dugaan pencurian 20 janjang sawit senilai Rp1,2 juta…
Kejaksaan Negeri Empat Lawang memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum…
Bupati Joncik Muhammad meminta Kejari Empat Lawang mengkaji persoalan HGU perkebunan dan membantu optimalisasi BPHTB…