Tiga sumur awal ini dirancang untuk menghasilkan listrik dengan kapasitas sekitar 30 MW.
“Pada 2027 nanti mereka akan membangun tiga sumur dulu. Kapasitasnya 30 MW, dengan investasi sekitar Rp2,5 triliun,” ungkap Zurdi Nata.
Jika tiga sumur awal tersebut menunjukkan hasil sesuai target, PLN akan melanjutkan pengembangan dengan membangun hingga 12 sumur tambahan.
Secara keseluruhan, proyek geothermal Air Sempiang ditargetkan mencapai kapasitas maksimal 110 MW.
BACA JUGA: Banyuasin Dorong Batik Jumputan Pedade Jadi Produk Indikasi Geografis
Menurut perhitungan sementara, total investasi dari seluruh rangkaian pembangunan ini mencapai Rp11 triliun, menjadikannya salah satu proyek energi terbarukan terbesar di Provinsi Bengkulu.
Target Operasi Penuh Tahun 2030
PLN menargetkan proyek geothermal Air Sempiang dapat beroperasi penuh pada tahun 2030.
Untuk mengejar target tersebut, sejumlah tahapan pekerjaan disebut telah dipercepat, tanpa mengesampingkan aspek keselamatan dan lingkungan.
Beroperasinya pembangkit ini diharapkan mampu memperkuat pasokan listrik regional, sekaligus mendukung transisi energi nasional menuju sumber energi baru dan terbarukan (EBT).
“Ini bukan proyek jangka pendek. Dampaknya akan dirasakan puluhan tahun ke depan,” ujar Zurdi Nata.
BACA JUGA: Puluhan Warga Lubuk Linggau Jadi Korban Arisan dan Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp800 Juta
Royalti Rp85 Miliar per Tahun untuk Daerah
Salah satu dampak paling signifikan dari proyek ini adalah potensi pendapatan daerah. Saat PLTP Air Sempiang beroperasi pada kapasitas penuh, Kabupaten Kepahiang diperkirakan akan menerima royalti atau dana bagi hasil mencapai Rp85 miliar per tahun.
Angka tersebut dinilai sangat besar bagi daerah sekelas Kepahiang dan berpotensi memperkuat fiskal daerah.
Dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga program kesejahteraan masyarakat.
“Royalti ini tentu sangat membantu daerah. Bisa untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan lainnya,” kata Nata.
Kepahiang Jadi Pusat Geothermal Bengkulu
BACA JUGA: Realisasi Investasi Sumsel 2025 Tembus Rp49,82 Triliun, Lampaui Target RPJMD
Menariknya, proyek Air Sempiang bukan satu-satunya pengembangan panas bumi yang sedang berlangsung di Kepahiang.







