Saat ini, terdapat pula proyek geothermal lain yang dikerjakan pihak swasta di wilayah Batu Bandung.
Pembangkit geothermal Batu Bandung memiliki kapasitas 40 MW dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun.
Proyek ini berjalan paralel dengan pengembangan Air Sempiang.
“Keduanya kini berjalan serentak,” ungkap Zurdi Nata.
Dengan dua proyek besar ini, Kepahiang kian mengukuhkan diri sebagai daerah strategis dalam pengembangan energi panas bumi di Bengkulu.
BACA JUGA: Sumsel Siap Jadi Episentrum Investasi Hijau dan Inklusif Indonesia
Selain mendukung ketahanan energi nasional, kehadiran proyek-proyek tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan nilai tambah daerah.
Geothermal atau panas bumi dikenal sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan. Berbeda dengan pembangkit berbahan bakar fosil, PLTP menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dan dapat beroperasi stabil sepanjang tahun.
Pemerintah daerah berharap keberadaan proyek geothermal ini juga menjadi contoh bahwa pembangunan energi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan, selama dilakukan dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat.
Jika seluruh target tercapai, maka pada 2030 nanti, Kepahiang tidak hanya dikenal sebagai daerah pertanian dan wisata alam, tetapi juga sebagai salah satu lumbung energi bersih di Sumatra. (*/red)
Sebanyak 53 pelajar Empat Lawang mengikuti LKS Angkatan IX 2026 untuk membentuk karakter, disiplin, integritas,…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin menggelar Jumat Menyehatkan melalui olahraga bersama, seni, dakwah, dan…
Polsek Ulu Musi menyalurkan bantuan sosial kepada korban kebakaran di Desa Padang Tepong, Empat Lawang,…
BNNK Empat Lawang menggelar rapat bersama stakeholder untuk memperkuat program GDAD dan mendorong pengembangan komoditas…
Pemkab Empat Lawang mendata sekitar 10 dusun di tujuh kecamatan yang belum teraliri listrik PLN…
TP PKK dan BNNK Empat Lawang meluncurkan Ananda Bersinar untuk memperkuat pencegahan narkoba pada anak…
View Comments