“Ini bukan proyek jangka pendek. Dampaknya akan dirasakan puluhan tahun ke depan,” ujar Zurdi Nata.
BACA JUGA: Puluhan Warga Lubuk Linggau Jadi Korban Arisan dan Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp800 Juta
Royalti Rp85 Miliar per Tahun untuk Daerah
Salah satu dampak paling signifikan dari proyek ini adalah potensi pendapatan daerah. Saat PLTP Air Sempiang beroperasi pada kapasitas penuh, Kabupaten Kepahiang diperkirakan akan menerima royalti atau dana bagi hasil mencapai Rp85 miliar per tahun.
Angka tersebut dinilai sangat besar bagi daerah sekelas Kepahiang dan berpotensi memperkuat fiskal daerah.
Dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, hingga program kesejahteraan masyarakat.
“Royalti ini tentu sangat membantu daerah. Bisa untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan lainnya,” kata Nata.
Kepahiang Jadi Pusat Geothermal Bengkulu
BACA JUGA: Realisasi Investasi Sumsel 2025 Tembus Rp49,82 Triliun, Lampaui Target RPJMD
Menariknya, proyek Air Sempiang bukan satu-satunya pengembangan panas bumi yang sedang berlangsung di Kepahiang.








