Saat ini, terdapat pula proyek geothermal lain yang dikerjakan pihak swasta di wilayah Batu Bandung.
Pembangkit geothermal Batu Bandung memiliki kapasitas 40 MW dengan nilai investasi sekitar Rp1 triliun.
Proyek ini berjalan paralel dengan pengembangan Air Sempiang.
“Keduanya kini berjalan serentak,” ungkap Zurdi Nata.
Dengan dua proyek besar ini, Kepahiang kian mengukuhkan diri sebagai daerah strategis dalam pengembangan energi panas bumi di Bengkulu.
BACA JUGA: Sumsel Siap Jadi Episentrum Investasi Hijau dan Inklusif Indonesia
Selain mendukung ketahanan energi nasional, kehadiran proyek-proyek tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan nilai tambah daerah.
Energi Bersih untuk Masa Depan
Geothermal atau panas bumi dikenal sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan. Berbeda dengan pembangkit berbahan bakar fosil, PLTP menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dan dapat beroperasi stabil sepanjang tahun.
Pemerintah daerah berharap keberadaan proyek geothermal ini juga menjadi contoh bahwa pembangunan energi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan, selama dilakukan dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat.








