Ringkasan Berita:
° POCO dipastikan tidak meluncurkan F8 Ultra di India meski digadang sebagai salah satu ponsel terbaik di kelasnya.
° Harga tinggi dan citra POCO sebagai merek budget disebut menjadi alasan utama.
° Keputusan ini dinilai kontraproduktif karena pasar India justru sedang naik kelas.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – POCO kembali membuat kejutan—sayangnya bukan kejutan yang menyenangkan.
Meski F8 Ultra mendapat pujian sebagai salah satu ponsel terbaik di kategori harga sekitar US$800, perangkat tersebut dipastikan tidak akan hadir di pasar India.
Keputusan ini memicu tanda tanya besar, terutama karena India merupakan salah satu pasar terpenting bagi POCO.
Selama tiga minggu penggunaan, F8 Ultra—yang disebut-sebut sebagai peningkatan signifikan dari F7 Ultra—mendapat apresiasi atas kamera, performa, dan pengalaman keseluruhannya.
Pada banyak ulasan internasional, termasuk dari Android Central, perangkat ini disebut sebagai “all-rounder terbaik di kelasnya”.
Namun justru posisi flagship itu pula yang membuat POCO menahan diri. Meski diminta pernyataan resmi, pihak POCO India dan global memilih bungkam.
BACA JUGA: POCO Kejutkan Pasar! Dua Tablet Baru & F8 Series Siap Guncang Apple & Samsung?
Meski begitu, analis industri menilai alasan sebenarnya tidak sulit ditebak: harga tinggi masih menjadi “tembok psikologis” bagi konsumen India ketika berhadapan dengan merek yang dikenal sebagai pemain budget.
Xiaomi—induk POCO—pun pernah merasakan pahitnya menjual ponsel premium di India.
Upaya awal membawa flagship Mi Series sempat gagal total, hingga mereka berhenti memasukkan seri tersebut selama beberapa tahun.
Baru dua tahun terakhir Xiaomi kembali mencoba peruntungan lewat Xiaomi 14 Ultra dan 15 Ultra, sebagai upaya menaikkan prestise merek, mirip strategi OPPO dengan Find X9 Pro atau Vivo dengan X300 Pro.
Untuk POCO, orientasi pasar mereka masih berbeda. Brand ini dibangun untuk menyasar pengguna muda dengan seri C, M, dan X, yang mendominasi penjualan.
Contohnya, F7 versi non-Ultra yang lebih terjangkau justru lebih laku, sehingga membawa F7 Ultra atau F8 Ultra dianggap terlalu berisiko secara bisnis.
Namun banyak analis menilai tahun ini justru momentum yang tepat.





