Tren harga ponsel flagship di India sedang naik drastis, terlihat dari iQOO 15 yang debut di harga ₹72.999—melonjak sekitar ₹18.000 dari generasi sebelumnya.
Realme dan beberapa kompetitor lain juga mulai mengisi segmen premium mid-range yang sebelumnya jarang tersentuh.
Dengan posisi F8 Ultra yang kompetitif melawan iQOO 15 dan Realme GT 8 Pro, POCO dianggap punya peluang emas untuk kembali menawarkan “value monster” seperti saat meluncurkan POCO F1 dulu, yang mengubah peta persaingan smartphone di India.
Tidak meluncurkan F8 Ultra dinilai sebagai langkah yang terlalu hati-hati, bahkan berpotensi menggerus citra POCO.
Brand besar seperti Samsung telah membuktikan pentingnya memiliki perangkat flagship sebagai simbol prestise, meski penjualan terbesar tetap berasal dari seri menengah.
BACA JUGA: Dua Ponsel Murah yang Bikin Kaget: Xiaomi Redmi Note 14 Pro vs Poco F7 Pro, Siapa yang Unggul?
Menariknya, strategi POCO dan Xiaomi di Inggris justru berbeda jauh: mereka berani membawa model terbaik ke sana, sementara India—pasar dengan basis pengguna jauh lebih besar—justru tidak mendapatkan perlakuan serupa.
Karena itu, banyak pihak menilai strategi ini perlu dievaluasi jika POCO ingin mempertahankan relevansi dan kekuatannya sebagai merek yang dikenal menghadirkan performa maksimal dengan harga agresif.
Untuk saat ini, para penggemar di India hanya bisa gigit jari melihat F8 Ultra bersinar di pasar global, sementara mereka kembali mendapatkan lini produk yang lebih bersahabat di kantong—tapi tanpa kilau flagship yang seharusnya bisa menjadi kebanggaan brand. (*/red)





