POCO Kecewakan Fans! F8 Ultra Tak Jadi Masuk India, Alasannya Bikin Geleng-Geleng

oleh -135 Dilihat
oleh
POCO batal menghadirkan F8 Ultra ke India karena stigma merek murah dan risiko harga tinggi. Keputusan ini dinilai merugikan citra POCO di pasar terbesar mereka. (*/IST)

Ringkasan Berita:

° POCO dipastikan tidak meluncurkan F8 Ultra di India meski digadang sebagai salah satu ponsel terbaik di kelasnya.

° Harga tinggi dan citra POCO sebagai merek budget disebut menjadi alasan utama.

° Keputusan ini dinilai kontraproduktif karena pasar India justru sedang naik kelas.


JAKARTA, LINTANGPOS.com – POCO kembali membuat kejutan—sayangnya bukan kejutan yang menyenangkan.

Meski F8 Ultra mendapat pujian sebagai salah satu ponsel terbaik di kategori harga sekitar US$800, perangkat tersebut dipastikan tidak akan hadir di pasar India.

Keputusan ini memicu tanda tanya besar, terutama karena India merupakan salah satu pasar terpenting bagi POCO.

Selama tiga minggu penggunaan, F8 Ultra—yang disebut-sebut sebagai peningkatan signifikan dari F7 Ultra—mendapat apresiasi atas kamera, performa, dan pengalaman keseluruhannya.

Pada banyak ulasan internasional, termasuk dari Android Central, perangkat ini disebut sebagai “all-rounder terbaik di kelasnya”.

Namun justru posisi flagship itu pula yang membuat POCO menahan diri. Meski diminta pernyataan resmi, pihak POCO India dan global memilih bungkam.

BACA JUGA: POCO Kejutkan Pasar! Dua Tablet Baru & F8 Series Siap Guncang Apple & Samsung?

Meski begitu, analis industri menilai alasan sebenarnya tidak sulit ditebak: harga tinggi masih menjadi “tembok psikologis” bagi konsumen India ketika berhadapan dengan merek yang dikenal sebagai pemain budget.

Xiaomi—induk POCO—pun pernah merasakan pahitnya menjual ponsel premium di India.

Upaya awal membawa flagship Mi Series sempat gagal total, hingga mereka berhenti memasukkan seri tersebut selama beberapa tahun.

Baru dua tahun terakhir Xiaomi kembali mencoba peruntungan lewat Xiaomi 14 Ultra dan 15 Ultra, sebagai upaya menaikkan prestise merek, mirip strategi OPPO dengan Find X9 Pro atau Vivo dengan X300 Pro.

Untuk POCO, orientasi pasar mereka masih berbeda. Brand ini dibangun untuk menyasar pengguna muda dengan seri C, M, dan X, yang mendominasi penjualan.

Contohnya, F7 versi non-Ultra yang lebih terjangkau justru lebih laku, sehingga membawa F7 Ultra atau F8 Ultra dianggap terlalu berisiko secara bisnis.

BACA JUGA: POCO F8 Ultra Bikin Geger! Ponsel ‘Denim’ Tanpa Denim Ini Gandeng Bose & Punya Subwoofer Beneran!

Namun banyak analis menilai tahun ini justru momentum yang tepat.

Tren harga ponsel flagship di India sedang naik drastis, terlihat dari iQOO 15 yang debut di harga ₹72.999—melonjak sekitar ₹18.000 dari generasi sebelumnya.

Realme dan beberapa kompetitor lain juga mulai mengisi segmen premium mid-range yang sebelumnya jarang tersentuh.

Dengan posisi F8 Ultra yang kompetitif melawan iQOO 15 dan Realme GT 8 Pro, POCO dianggap punya peluang emas untuk kembali menawarkan “value monster” seperti saat meluncurkan POCO F1 dulu, yang mengubah peta persaingan smartphone di India.

Tidak meluncurkan F8 Ultra dinilai sebagai langkah yang terlalu hati-hati, bahkan berpotensi menggerus citra POCO.

Brand besar seperti Samsung telah membuktikan pentingnya memiliki perangkat flagship sebagai simbol prestise, meski penjualan terbesar tetap berasal dari seri menengah.

BACA JUGA: Dua Ponsel Murah yang Bikin Kaget: Xiaomi Redmi Note 14 Pro vs Poco F7 Pro, Siapa yang Unggul?

Menariknya, strategi POCO dan Xiaomi di Inggris justru berbeda jauh: mereka berani membawa model terbaik ke sana, sementara India—pasar dengan basis pengguna jauh lebih besar—justru tidak mendapatkan perlakuan serupa.

Karena itu, banyak pihak menilai strategi ini perlu dievaluasi jika POCO ingin mempertahankan relevansi dan kekuatannya sebagai merek yang dikenal menghadirkan performa maksimal dengan harga agresif.

Untuk saat ini, para penggemar di India hanya bisa gigit jari melihat F8 Ultra bersinar di pasar global, sementara mereka kembali mendapatkan lini produk yang lebih bersahabat di kantong—tapi tanpa kilau flagship yang seharusnya bisa menjadi kebanggaan brand. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.