Ringkasan Berita:
Badan Gizi Nasional memastikan kesiapan membuka seleksi PPPK tahap 3 dan 4 pada 2026. Masing-masing tahap menyediakan 32.460 formasi untuk memperkuat layanan gizi nasional seiring bertambahnya KPPG di berbagai daerah.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Kabar baik kembali datang bagi masyarakat yang menantikan peluang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tengah mempersiapkan pembukaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 3 dan tahap 4 yang direncanakan berlangsung pada 2026.
Rekrutmen ini menjadi salah satu yang paling dinanti, mengingat besarnya jumlah formasi yang akan dibuka serta peran strategis BGN dalam memperkuat layanan pemenuhan gizi nasional.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pada seleksi PPPK lanjutan tersebut, BGN akan membuka masing-masing 32.460 formasi pada tahap 3 dan tahap 4.
Artinya, total lebih dari 64 ribu tenaga baru berpeluang direkrut untuk mendukung program gizi pemerintah di berbagai daerah.
Pernyataan ini disampaikan Dadan saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI pekan lalu.
BACA JUGA: BGN Siap Angkat Puluhan Ribu ASN, Rekrutmen Dimulai 2026
Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa meski jadwal resmi belum diumumkan, proses persiapan seleksi sudah berjalan secara serius.
Informasi itu dikutip dari siaran YouTube DPR RI pada Senin (26/1/2026).
Jadwal Belum Diumumkan, Persiapan Sudah Matang
Meskipun masyarakat masih harus bersabar menunggu jadwal pasti pendaftaran, Dadan memastikan bahwa koordinasi lintas kementerian telah dilakukan.
BGN, menurutnya, telah berkomunikasi intensif dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) untuk mematangkan rencana seleksi PPPK tahap 3 dan 4.
Langkah ini dinilai penting agar proses rekrutmen berjalan sesuai regulasi, transparan, dan tepat sasaran.
BACA JUGA: BGN Kunci SOP: Mobil Mitra SPPG Tak Boleh Masuk Pekarangan Sekolah!
Mengingat jumlah formasi yang sangat besar, seleksi PPPK BGN diperkirakan kembali menjadi salah satu rekrutmen ASN paling kompetitif pada 2026.
Alasan Dibukanya Puluhan Ribu Formasi Baru
Pembukaan seleksi PPPK tahap lanjutan ini bukan tanpa alasan.
Dadan menjelaskan bahwa kebutuhan SDM di BGN meningkat seiring dengan penambahan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG).
Hingga beberapa waktu ke depan, jumlah KPPG ditargetkan mencapai 358 unit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Penambahan KPPG otomatis menuntut penguatan sumber daya manusia, khususnya di lapangan.
BACA JUGA: BGN Bantah Isu 5.000 Dapur Fiktif, Begini Mekanisme Pencairan Dana Program MBG
Setiap unit layanan membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memahami aspek administrasi, tetapi juga memiliki kompetensi teknis di bidang gizi, keuangan, dan pengelolaan layanan publik.
“Tanpa dukungan SDM yang memadai, target pelayanan gizi nasional akan sulit tercapai,” menjadi pesan tersirat dari penjelasan pimpinan BGN dalam rapat tersebut.
Gambaran SDM BGN Saat Ini
Saat ini, jumlah sumber daya manusia yang terlibat langsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tercatat mencapai 73.207 orang.
Angka ini menunjukkan bahwa BGN telah mengelola organisasi layanan dengan skala besar dan kompleks.
Rinciannya, sebanyak 32.712 orang berasal dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
BACA JUGA: Anggaran Kurang, Sekolah Gratis Mandek di Tengah Dana MBG Jumbo
Dari jumlah tersebut, 20.937 orang menjabat sebagai kepala SPPG, sementara 11.755 lainnya merupakan peserta magang.
Selain itu, BGN juga melibatkan 20.310 akuntan dan 20.185 tenaga ahli gizi yang berperan penting dalam memastikan kualitas layanan dan akuntabilitas anggaran.
Komposisi ini menunjukkan bahwa BGN tidak hanya fokus pada aspek teknis gizi, tetapi juga pada tata kelola keuangan dan manajemen layanan yang profesional.
Peran Besar Relawan Lokal, Mayoritas Perempuan
Menariknya, BGN juga menggandeng relawan dalam jumlah yang sangat besar.
Hingga kini, tercatat sebanyak 825.936 relawan telah terlibat di seluruh Indonesia dan bekerja di SPPG.
BACA JUGA: Mulai Februari Pegawai SPPG Jadi PPPK, Nasib Guru Honorer Kembali Dipertanyakan
Para relawan ini mengisi berbagai peran penting dalam operasional harian layanan gizi.
Mulai dari kepala juru masak, petugas pemorsian, persiapan makanan, pencuci food tray, pengemudi, kepala lapangan, petugas keamanan, hingga kebersihan, semuanya menjadi bagian tak terpisahkan dari rantai pelayanan gizi.
Mayoritas relawan tersebut merupakan warga lokal di sekitar SPPG, dan sebagian besar adalah perempuan.
Mereka menjadi tulang punggung operasional layanan gizi di daerah, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.
Rekam Jejak Seleksi PPPK Tahap 1 dan 2
Dalam kesempatan yang sama, Dadan juga memaparkan perkembangan status kepegawaian di lingkungan BGN.
BACA JUGA: Dinkes Sumsel Ingatkan Makanan MBG Wajib Dikonsumsi di Sekolah, Tak Boleh Dibawa Pulang
Hingga kini, terdapat tiga komponen pegawai di setiap SPPG, salah satunya berasal dari jalur PPPK.
Pada PPPK tahap 1, BGN telah merekrut dan menguji sebanyak 2.080 orang. Mereka resmi diangkat sebagai ASN terhitung sejak 1 Juli 2025.
Tahap ini menjadi fondasi awal penguatan SDM struktural di BGN.
Sementara itu, pada PPPK tahap 2, BGN melakukan seleksi terhadap 32.000 peserta.
Dari jumlah tersebut, 31.250 orang merupakan kepala SPPG yang berasal dari lulusan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
Adapun 750 formasi lainnya dibuka untuk umum, yang kemudian diisi oleh 375 akuntan dan 375 tenaga ahli gizi.
BACA JUGA: Dukung Program Prabowo, Pemkot Pagar Alam Bangun Dua SPPG Baru untuk Makanan Bergizi Gratis
Seluruh peserta tahap 2 telah melalui proses seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Saat ini, mereka tengah memasuki tahap pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) serta pengusulan Nomor Induk PPPK, dan dijadwalkan mulai resmi bertugas sebagai PPPK per 1 Februari 2026.
Peluang Besar bagi Pelamar 2026
Dengan rencana dibukanya seleksi PPPK tahap 3 dan 4, peluang masyarakat untuk bergabung dengan BGN semakin terbuka lebar.
Besarnya jumlah formasi menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius memperkuat program pemenuhan gizi nasional melalui dukungan SDM yang memadai.
Bagi calon pelamar, penting untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kualifikasi pendidikan, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan menghadapi seleksi berbasis CAT.
Jika mengacu pada pola seleksi sebelumnya, transparansi dan kompetensi akan tetap menjadi kunci utama.
Kini, masyarakat tinggal menunggu pengumuman resmi jadwal dari pemerintah.
Satu hal yang pasti, seleksi PPPK BGN tahap 3 dan 4 akan menjadi salah satu rekrutmen ASN terbesar dan paling strategis pada 2026. (*/red)







