Pemdes Babakan Bogor gelar pra pelaksanaan APBDes 2026, fokus pembangunan SPAL, ketahanan pangan, dan bantuan bagi warga rentan. Foto: darul/lintangpos.com
KEPAHIANG, LINTANGPOS.com – Suasana Balai Desa Babakan Bogor, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, tampak lebih hidup dari biasanya pada Jumat (17/4/2026).
Sejumlah kursi tersusun rapi, diisi oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan desa.
Hari itu, Pemerintah Desa Babakan Bogor menggelar Musyawarah Pra Pelaksanaan Pembangunan Desa Tahun Anggaran 2026—sebuah forum penting yang menjadi penentu arah pembangunan desa ke depan.
Kegiatan ini bukan sekadar formalitas tahunan.
Di balik diskusi yang berlangsung, tersimpan harapan besar agar setiap rupiah anggaran desa benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Musyawarah ini dihadiri oleh pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Camat Kabawetan, serta perwakilan masyarakat dari berbagai lapisan.
BACA JUGA: Musdes Air Selimang: Gedung Serbaguna Baru, Wujud Transparansi Dana Desa
Dalam forum tersebut, berbagai aspek teknis dibahas secara terbuka.
Mulai dari perencanaan anggaran, penentuan lokasi pembangunan, jadwal pelaksanaan, hingga pembagian peran antar pihak.
Semua disusun dengan satu tujuan: memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Desa Babakan Bogor, Giran, menjelaskan bahwa perencanaan tahun 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan desa yang terbatas.
Meski demikian, pemerintah desa tetap berkomitmen menghadirkan program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu program utama yang disepakati adalah pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) sepanjang 37 meter dengan anggaran sebesar Rp37.605.800.
BACA JUGA: 19 Warga Terima BLT! Dua Desa di Muara Pinang Gelar Musdes Maraton Bahas RKPDes 2026
Infrastruktur ini dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat, terutama dalam pengelolaan limbah rumah tangga.
“Walaupun anggaran terbatas, kami tetap mengutamakan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. SPAL ini diharapkan bisa memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan kesehatan warga,” ujar Giran.
Polres Empat Lawang menetapkan seorang oknum kepala desa di Kecamatan Lintang Kanan sebagai tersangka kasus…
Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi mengungkap kasus dugaan karhutla di Desa Seguli Kecil…
Ketua DPRD Empat Lawang Darli berharap jumlah barang bukti ganja dan sabu-sabu terus menurun serta…
Polsek Tebing Tinggi mengamankan seorang pria terkait dugaan pencurian 20 janjang sawit senilai Rp1,2 juta…
Kejaksaan Negeri Empat Lawang memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum…
Bupati Joncik Muhammad meminta Kejari Empat Lawang mengkaji persoalan HGU perkebunan dan membantu optimalisasi BPHTB…