Faktor tersebut diduga menjadi salah satu pemicu korban nekat mengakhiri hidupnya.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan tidak menuntut pihak mana pun terkait peristiwa tersebut.
Situasi di lokasi kejadian pun dinyatakan aman dan kondusif.
“Kami tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi keluarga dan lingkungan sekitar korban untuk mengantisipasi dampak sosial maupun psikologis,” ujar IPTU Iwanto Putra.
Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K., menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut serta mengimbau masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi mental orang-orang di sekitar.
BACA JUGA: Polres Empat Lawang Optimalkan ETLE, 295 Pelanggaran Lalu Lintas Terekam Kamera
“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kami mengimbau agar masyarakat saling peduli dan peka terhadap tanda-tanda gangguan psikologis di sekitar kita,” ujar AKBP Bagus.
Ia juga menambahkan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan dukungan sosial bagi individu yang mengalami tekanan hidup.
“Jika ada anggota keluarga atau tetangga yang menunjukkan gejala stres berat, segera komunikasikan atau minta bantuan tenaga profesional maupun aparat desa setempat,” tambahnya.
Polsek Tanjung Batu akan meningkatkan kegiatan pembinaan masyarakat (Binmas) dan patroli sambang warga di wilayah Desa Ulak Kembahang, untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta mencegah terulangnya peristiwa serupa.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih terbuka terhadap isu kesehatan mental dan saling menjaga satu sama lain dalam menghadapi tekanan hidup. (*/red)






