Primbon Jawa mengungkap daftar tanaman yang dipercaya membawa sial jika ditanam dekat rumah. Simak makna dan filosofi di balik larangan tersebut. (*/Ils)
° Primbon Jawa menyebut beberapa tanaman tidak dianjurkan ditanam dekat rumah karena dipercaya membawa energi negatif, kesialan, hingga menghambat rezeki.
° Apa saja tanaman tersebut dan apa makna filosofinya menurut kepercayaan Jawa?
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Dalam budaya Jawa, rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan ruang hidup yang menyatu dengan alam dan energi sekitarnya.
Karena itu, Primbon Jawa—kitab warisan leluhur—tidak hanya mengatur hari baik, watak manusia, hingga arah bangunan, tetapi juga memberi petunjuk tentang tanaman yang sebaiknya tidak ditanam di dekat rumah.
Kepercayaan ini memang bersifat tradisional, namun hingga kini masih dipegang sebagian masyarakat Jawa sebagai bentuk kehati-hatian dan penghormatan pada kearifan lokal.
Beringin dikenal besar, rindang, dan berumur panjang. Namun dalam Primbon Jawa, pohon ini dipercaya sebagai tempat bersemayam makhluk halus.
Menanam beringin dekat rumah diyakini dapat mengundang energi negatif serta membuat penghuni rumah sering merasa gelisah.
BACA JUGA: 10 Tips Bangun Rumah Hemat, Impian Pasangan Muda Terwujud
Meski buahnya bermanfaat, pohon asam dianggap memiliki aura “panas” dan melambangkan rasa masam dalam kehidupan.
Dalam kepercayaan Jawa, keberadaan pohon ini di dekat rumah dipercaya dapat memicu konflik keluarga dan menghambat keharmonisan.
Randu sering dikaitkan dengan tempat singgah makhluk tak kasat mata.
Primbon Jawa menyarankan pohon ini ditanam jauh dari pemukiman karena diyakini dapat membawa kesialan, mimpi buruk, hingga penyakit yang sulit sembuh.
BACA JUGA: Aksi Maling Panjat Rumah Terbongkar, Polisi Tangkap Buruh Muda
Meski mudah tumbuh dan berbuah cepat, pohon pisang dianggap simbol kehidupan yang “tidak menetap”.
Batangnya yang cepat membusuk dimaknai sebagai lambang rezeki yang mudah datang, namun cepat pula pergi jika ditanam terlalu dekat rumah.
Kelapa memiliki sistem akar yang kuat dan dalam.
Page: 1 2
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad meninjau langsung kesiapan akhir Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melakukan kunjungan dan pengecekan akhir kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…