Categories: Bengkulu Berita Kepahiang

Program MCK 2025 di Kepahiang, Septic Tank Diambil Alih Dinas?

Menurutnya, anggaran tersebut memang disetorkan langsung oleh pihak KSM melalui pihak ketiga yang berada di Surabaya.

“Untuk septic tank, itu langsung melalui pihak ketiga. KSM menyetorkan anggaran sesuai jumlah unit yang diterima,” jelas Ibnu Hajar.

Ia menegaskan bahwa mekanisme tersebut dilakukan agar spesifikasi septic tank sesuai standar nasional dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, Tedi Adeba, salah satu pejabat dinas yang dikonfirmasi, mengaku tidak mengetahui secara rinci proses pembelian barang tersebut.

Ia menyebut bahwa urusan pengadaan sepenuhnya ditangani oleh Ibnu Hajar saat masih menjabat sebagai kabid.

BACA JUGA: Pembangunan Jalan Pendopo–Paiker Masih Terputus, PUPR Empat Lawang Cari Sumber Dana Baru

“Saya tidak tahu persis teknis pembeliannya, itu langsung di-handle oleh beliau,” ujarnya singkat.

Pemerintah Kabupaten Kepahiang sendiri menargetkan program ini sebagai bagian dari upaya besar mewujudkan lingkungan sehat dan bebas sanitasi buruk.

Zurdi Nata, Bupati Kepahiang, dijadwalkan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pada akhir tahun 2025.

Monev tersebut bertujuan memastikan seluruh pembangunan MCK berjalan sesuai standar, sekaligus memberikan catatan perbaikan kepada pihak pelaksana atau kontraktor bila ditemukan kekurangan.

Meski secara tujuan program ini dinilai positif dan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, mekanisme pengadaan yang terpusat tetap menjadi sorotan.

Transparansi alur anggaran, kejelasan peran pihak ketiga, serta pemahaman desa terhadap skema pengelolaan dinilai penting agar program tidak menimbulkan pertanyaan di kemudian hari.

BACA JUGA: MoU Besar-Besaran di Sumsel! Bupati Joncik Ungkap Langkah Berani Bersihkan Pemerintahan dan Percepat Pembangunan

Bagi warga penerima manfaat, MCK dan septic tank yang layak diharapkan benar-benar membawa perubahan.

Sementara bagi pemerintah daerah, program ini menjadi ujian bagaimana pembangunan sanitasi tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga bersih dari persoalan tata kelola. (*/red/drl)

Page: 1 2

Redaksi

Share
Tags: Dinas PUPR KSM MCK 2025 Kepahiang pengadaan proyek sanitasi desa septic tank transparansi anggaran

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Rukor Bulanan Pemkab Empat Lawang Bahas Manajemen Talenta hingga Pelayanan Publik

Pemkab Empat Lawang menggelar Rakoret seluruh OPD membahas Manajemen Talenta, persiapan Mal Pelayanan Publik, MoU…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Sekda Fauzan: Pancasila Harus Dibumikan

Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin menegaskan nilai Pancasila harus dibumikan dalam birokrasi dan kehidupan…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Tiga Anak Diamankan, Polres Empat Lawang Ungkap Kasus Curas

Polres Empat Lawang mengungkap kasus curas di Tanjung Beringin. Tiga anak berusia 16 tahun diamankan…

4 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Parlemen
  • Sumsel

Pemkab dan DPRD Empat Lawang Sepakati Perubahan APBD 2026

Pemkab dan DPRD Empat Lawang menyepakati Perubahan APBD 2026 dengan pendapatan Rp1,137 triliun dan belanja…

4 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Parlemen
  • Sumsel

Banggar Pangkas Belanja Rp67 Miliar di APBD Perubahan

Banggar DPRD Empat Lawang memangkas belanja Rp67,29 miliar dalam APBD Perubahan 2026 setelah proyeksi dana…

4 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Politik
  • Sumsel

Dokumen Belum Rampung, Paripurna DPRD Empat Lawang Diskor

Rapat Paripurna DPRD Empat Lawang diskor karena dokumen laporan Banggar dan Pansus belum rampung. Sidang…

4 hari ago