Guru yang sedang berada di sekitar sekolah mengaku sempat panik menyaksikan bagian atap terangkat lalu jatuh menghantam lantai.
BACA JUGA: Potret Buram SDN 6 Pasemah Air Keruh, Belajar di Sekolah Rusak
Untungnya, saat kejadian, tidak ada aktivitas belajar maupun kegiatan lain di dalam aula.
“Kalau kejadiannya siang mungkin ceritanya lain. Untung malam, jadi sekolah kosong,” ujar salah satu staf sekolah dengan nada lega.
Kekhawatiran Orang Tua Murid
Meski tak ada korban jiwa, insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua murid.
Mereka khawatir jika proses belajar mengajar terganggu atau anak-anak mereka belajar di ruangan yang tidak aman.
“Yang penting cepat diperbaiki. Kami orang tua cemas kalau nanti anak-anak harus masuk ke kelas dengan kondisi atap yang belum aman,” kata Siti, salah satu wali murid.
BACA JUGA: Realisasi Pajak Daerah Sumsel Tembus Rp2,69 Triliun, Program Merdeka Pajak Jadi Pendorong
Rencana Perbaikan dan Alternatif Belajar
Disdik Kota Palembang memastikan langkah cepat perbaikan akan segera dijalankan.
Jika proses renovasi membutuhkan waktu lebih lama, pihak sekolah akan menyiapkan alternatif ruang belajar sementara agar kegiatan akademik tetap berjalan.
“Kami berkomitmen memastikan anak-anak tetap bisa belajar dengan tenang. Untuk sementara waktu, jika diperlukan, kelas bisa dialihkan ke ruang lain atau sistem bergilir,” jelas Affan.
Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait juga tengah dilakukan, termasuk potensi bantuan dari Pemerintah Kota Palembang maupun instansi lain.
Musibah yang Jadi Peringatan
BACA JUGA: Sumsel Masuk Tiga Besar Pesantren Award
Musibah ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, termasuk angin puting beliung yang dalam beberapa tahun terakhir semakin sering terjadi di Palembang.
Bangunan publik seperti sekolah menjadi prioritas untuk dievaluasi kekuatan strukturnya, demi memastikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Bagi SMP Negeri 39 Palembang, musibah ini memang menyisakan trauma.
Namun berkat respons cepat pemerintah kota, harapan besar muncul bahwa aktivitas belajar mengajar dapat segera pulih.
“Kerusakan memang cukup parah, tapi kami yakin sekolah bisa kembali pulih. Yang terpenting, anak-anak tetap semangat belajar,” ujar salah satu guru. (*/red)






