Ramadan 1447 H Dimulai 19 Februari, Ini Dasar Penetapannya

oleh -1230 Dilihat
oleh
Pemerintah menetapkan awal puasa Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026 usai Sidang Isbat dengan dasar hisab dan rukyat hilal, Selasa (17/2/2026). Foto: Istimewa

Data menunjukkan tinggi hilal berada pada rentang minus 2° 24’ 43” hingga minus 0° 55’ 41”, sementara elongasi Bulan terhadap Matahari hanya berkisar antara 0° 56’ 23” hingga 1° 53’ 36”.

Angka tersebut masih jauh di bawah kriteria imkan rukyat yang digunakan Indonesia melalui kesepakatan MABIMS, yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Dengan kondisi ini, Tim Hisab Rukyat memprediksi hilal Ramadan 1447 H tidak mungkin teramati pada hari rukyat.

BACA JUGA: 10 Mukena Nyaman dan Modern untuk Tarawih Ramadan 2026

Secara lebih rinci, di wilayah Jakarta Pusat, tinggi hilal tercatat minus 1,05 derajat dengan elongasi 1,04 derajat.

Bulan bahkan terbenam sekitar 3 menit 37 detik lebih awal dibandingkan matahari.

Umur hilal juga bernilai minus 45 menit 50 detik, yang menandakan ijtimak terjadi setelah matahari terbenam.

Kondisi serupa juga tercatat di Sabang, Aceh, dan wilayah Indonesia lainnya.

Menurut Cecep, posisi Bulan yang lebih dulu terbenam dibanding matahari menjadi indikator utama bahwa hilal belum muncul di atas ufuk saat pengamatan dilakukan.

Fakta astronomis inilah yang kemudian menjadi dasar kuat dalam Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadan pada 19 Februari 2026.

BACA JUGA: Jadwal Sekolah Selama Ramadhan di Kabupaten Kepahiang Resmi Diatur, Berikut Rinciannya!

Di sisi lain, Kementerian Agama juga mengakui adanya potensi perbedaan awal Ramadan di tengah masyarakat.

Perbedaan ini muncul karena beragam metode penetapan yang digunakan oleh organisasi Islam, mulai dari hisab murni, rukyat hilal, hingga pendekatan baru seperti Konjungsi Hilal Global dan Hilal Lokal (KHGT).

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menilai perbedaan tersebut sebagai hal yang wajar dalam tradisi penetapan kalender Hijriah.

Dengan penetapan resmi ini, pemerintah berharap umat Islam dapat menyambut Ramadan 1447 H dengan penuh ketenangan, persatuan, dan semangat kebersamaan.

Keputusan Sidang Isbat diharapkan tidak hanya menjadi rujukan administratif, tetapi juga simbol ikhtiar kolektif dalam menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.