Namun, di luar dugaan, amarah Reno ternyata sudah tak terbendung.
Aksi Brutal Sang Adik
Di persimpangan Jalan Simpang Sungai Berau yang sepi, Reno menunggu. Tanpa basa-basi, ia langsung menyabetkan senjata tajam ke tubuh kakaknya.
BACA JUGA: Fortuner Tergelincir di Tol Palindra, Hujan Deras Jadi Pemicu
Bacokan bertubi-tubi membuat Yadi roboh bersimbah darah.
Warga sekitar segera menolong dan membawa korban ke Puskesmas Tebing Tinggi. Karena lukanya terlalu parah, Yadi kemudian dirujuk ke rumah sakit di Palembang untuk penanganan lanjutan.
Pelaku Masih Buron
Sementara sang kakak terbaring lemah di rumah sakit, Reno melarikan diri usai kejadian. Polisi kini masih memburu keberadaannya.
Kasus ini sontak menjadi perbincangan warga, bukan hanya karena kekerasan yang terjadi, tapi juga karena penyebabnya yang dianggap sepele—hanya seekor anak ayam.
Potret Rapuhnya Ikatan Keluarga
BACA JUGA: Bulog Lubuklinggau Salurkan 1300 Ton Beras Lewat GPM
Peristiwa ini menyisakan luka yang lebih dalam dari sekadar bacokan: retaknya ikatan darah antara kakak dan adik.
Seekor anak ayam menjadi pemicu, namun akar persoalan diduga lebih dari sekadar hewan ternak.
Tragedi di Empat Lawang ini menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara masalah kecil dan malapetaka, ketika amarah menguasai akal sehat. (*/red)








