Kemendikdasmen memperkuat reformasi pendidikan dengan redistribusi guru berbasis data dan pelatihan ribuan pendamping khusus untuk sekolah inklusif. (*/Ils)
Ringkasan Berita:
° Kemendikdasmen menegaskan arah reformasi pendidikan melalui redistribusi guru ASN dua kali setahun dan penguatan pendidikan inklusif.
° Dengan regulasi baru, sistem digital, serta pelatihan 18.000 guru pendamping khusus, pemerintah menargetkan pemerataan pendidikan yang lebih adil dan efisien.
JAKARTA, LINTANGPOS.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali memutar kemudi besar reformasi pendidikan nasional.
Dua kebijakan strategis disorot sebagai mesin utama perubahan: redistribusi guru ASN Daerah (ASND) dan penguatan pendidikan inklusif.
Keduanya bukan sekadar program, melainkan peta jalan baru menuju pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.
Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), Nunuk Suryani, menekankan bahwa kedua kebijakan ini ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
“Redistribusi guru dan pendidikan inklusif adalah dua kebijakan yang saling melengkapi: yang satu memastikan pemerataan tenaga pendidik, yang satu menjamin kesetaraan kesempatan belajar,” ujarnya.
BACA JUGA: Tunjangan Guru 100% Belum Cair? Ini Fakta di Balik Lambatnya Tambahan TPG 2025!
Untuk memastikan pelaksanaan di lapangan jauh lebih terkendali dan akuntabel, seluruh proses redistribusi kini dilandasi regulasi kuat: Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 serta Kepmendikdasmen Nomor 82 Tahun 2025.
Dua regulasi ini mengatur tata cara penataan guru lintas daerah, pemetaan kebutuhan, hingga penempatannya—semua berbasis data dan meritokrasi.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, redistribusi dilakukan dua kali dalam setahun, tepatnya setiap April dan November.
Siklus ini memberi kepastian pada daerah sekaligus mendorong penataan tenaga pendidik secara lebih adaptif.
Tidak lagi mengandalkan formulir manual yang memakan waktu, seluruh proses kini terintegrasi melalui Ruang SDM, aplikasi digital yang menghitung kebutuhan guru secara real time.
BACA JUGA: Bukan Wawancara! Inilah Tes Rahasia yang Bikin Banyak Calon Guru Gagal di PPG
Hingga kini, 132 pemerintah daerah dan 10 yayasan pendidikan telah memanfaatkan sistem tersebut.
Page: 1 2
Tower panjat tebing Empat Lawang rusak, tiga atlet tetap berlatih menuju POPDA Sumsel 2026. Tim…
Tim Elang Polres Empat Lawang menangkap EM (20), terduga residivis curas yang diduga terlibat tujuh…
BPBD Empat Lawang mencatat lima titik panas yang telah dipadamkan. Sumber kabut asap masih belum…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin mengajak santri menguasai teknologi, berinovasi, dan menjaga akhlak demi…
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi bersama sejumlah pejabat utama…
Disdukcapil Empat Lawang mengimbau warga segera mengurus akta kematian agar data kependudukan akurat dan persoalan…