Fokus awal diletakkan pada 20.503 Desa Mandiri, sebelum berlanjut ke sekitar 23.000 Desa Maju.
“Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih nantinya disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan desa, termasuk kebutuhan gudang hingga jenis bisnis yang akan dijalankan,” tambah Yandri.
Tata Cara Pencairan Kredit Dibahas
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, koordinasi lintas kementerian ini bukan hanya membahas pembiayaan, tetapi juga menyusun tata cara pencairan dana agar koperasi dapat segera mengakses kredit dari perbankan.
BACA JUGA: Ketua BPD Desa Terlangu Hilang di Sungai, Diduga Dimangsa Buaya
“Rapat ini juga membahas persiapan Koperasi Desa Merah Putih untuk mengajukan pinjaman ke Himbara,” ucap Ferry.
1.000 Calon Penerima Kredit Tahap Pertama
Dukungan penuh juga datang dari Kementerian BUMN. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, pihaknya bersama Danantara dan sejumlah BUMN telah menyiapkan 1.000 calon penerima kredit tahap pertama.
“Diharapkan dalam seminggu ini digelar Musdesus untuk memastikan jika kredit bisa cair dengan persetujuan Kepala Desa,” jelas Kartika.
Dorong Ekonomi Desa dari Akar Rumput
Gerakan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih diyakini akan menjadi lokomotif ekonomi kerakyatan baru.
BACA JUGA: Rosell vs Madrid, Kasus Negreira Buka Babak Baru Drama Wasit Spanyol
Dengan basis desa yang kuat, pemerintah berharap koperasi tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat dari akar rumput.
Program ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian desa melalui akses modal yang lebih luas, serta pengelolaan usaha berbasis potensi lokal. (*/red)






