Penyidik masih mendalami seluruh aspek proyek dan membuka peluang pengembangan kasus.
“Tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang turut bertanggung jawab dan berpotensi ditetapkan sebagai tersangka baru,” ungkap Ira.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa skandal ini bisa lebih besar dari yang tampak di permukaan.
BACA JUGA: Akhirnya! Perbaikan Jalan Rusak Pagaralam–Empat Lawang Resmi Dimulai 2025
Cermin Buram Tata Kelola Pembangunan Daerah
Kasus Jalan Ratu Seriun menjadi refleksi keras tentang lemahnya pengawasan dan integritas dalam pelaksanaan proyek publik.
Ketika dana pembangunan diselewengkan, yang dirugikan bukan hanya keuangan negara, tetapi juga kepercayaan masyarakat.
Di tengah kebutuhan infrastruktur yang mendesak, setiap rupiah APBD seharusnya menjadi investasi masa depan.
Namun, praktik korupsi mengubahnya menjadi luka sosial yang berkepanjangan.
Komitmen Penegakan Hukum
BACA JUGA: Geger! Pengedar Simpan 1 Kg Ganja di Atas Plafon, Polisi Gerebek Rumah Kontrakan di Pagar Alam
“Kami akan menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan sebagai bentuk komitmen dalam pemberantasan tindak pidana korupsi serta upaya penyelamatan keuangan negara,” tutup Ira Febrina.
Publik kini menunggu, apakah kasus ini akan menjadi titik balik bagi tata kelola proyek daerah yang lebih bersih, atau hanya sekadar episode lain dalam daftar panjang skandal pembangunan.
Yang jelas, jalan yang seharusnya membawa kemajuan, kini justru membuka jalan bagi pembongkaran praktik korupsi.
Dan masyarakat berharap, dari reruntuhan kepercayaan ini, lahir sistem pembangunan yang lebih jujur dan bermartabat. (*/red)





