Categories: Metropolis Palembang Sumsel

Rumah Rakit Sungai Musi, Warisan Budaya Terapung dari Palembang

Ringkasan Berita:
° Rumah rakit di Palembang, yang telah ada sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam abad ke-16, merupakan hunian terapung di Sungai Musi.

° Berfungsi sebagai tempat tinggal dan pusat ekonomi, kini keberadaannya terancam modernisasi namun tetap dilestarikan sebagai warisan budaya.


Palembang, LintangPos.com — Kota Palembang dikenal dengan Sungai Musi yang membelah wilayahnya menjadi dua bagian besar, yakni ulu dan ilir.

Sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat ini bukan hanya jalur transportasi utama, tetapi juga tempat berdirinya permukiman tradisional khas: rumah rakit.

Rumah rakit di Palembang merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur unik.

Dibangun di atas rangkaian rakit dari bambu atau kayu yang mengapung di Sungai Musi, rumah ini menjadi bukti eratnya hubungan masyarakat Palembang dengan sungai tersebut.

Sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam pada abad ke-16, rumah rakit berperan penting sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial.

Pada masa itu, rumah rakit membantu memperlancar aktivitas perdagangan di sungai sekaligus berfungsi sebagai hunian yang mampu mengatasi risiko banjir.

BACA JUGA: Pentas Tayub di Ngandong: Harmoni Budaya Jawa yang Menghidupkan Semangat Desa

Meski sempat berjaya hingga era kolonial Belanda, keberadaan rumah rakit mulai terancam sejak tahun 1970-an akibat modernisasi dan pembangunan kota.

Kini, hanya sebagian kecil yang masih bertahan, menjadi saksi bisu sejarah panjang Palembang dan daya tarik budaya yang penting bagi pelestarian identitas lokal.

Dari sisi arsitektur, rumah rakit umumnya berbentuk persegi panjang dengan ukuran 36 hingga 64 meter persegi.

Bangunannya berdiri di atas balok kayu atau bambu tua yang tahan air, dengan lantai papan serta atap pelana dari daun nipah atau alang-alang.

Material kayu tembesu sering digunakan karena ketahanannya terhadap air.

Selain difungsikan sebagai tempat tinggal, beberapa rumah rakit juga digunakan sebagai rumah gudang yang menopang kegiatan ekonomi masyarakat sungai.

BACA JUGA: Disdikbud Pagar Alam Gelar Rembuk Adat, Perkuat Identitas Budaya Lokal

Kini, upaya pelestarian terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan komunitas budaya untuk menjaga keberadaan rumah rakit sebagai bagian penting dari warisan budaya Sungai Musi dan jati diri masyarakat Palembang. (*/LAV/red)

Legina Ainil Valensi

Share
Tags: arsitektur tradisional budaya Indonesia Kesultanan Palembang Darussalam Palembang pelestarian budaya Jawa di Ngandong rumah rakit rumah terapung sejarah Palembang Sungai Musi warisan budaya
Topik: SEJARAH RUMAH RAKIT

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Polres Empat Lawang Ungkap Kasus Ganja, 600 Gram Disita

Polres Empat Lawang mengamankan seorang terduga pelaku dan menyita 600 gram ganja dalam pengungkapan kasus…

2 hari ago
  • Berita

Polres Empat Lawang Amankan Lima Orang, Sita 9,47 Gram Sabu

Polres Empat Lawang mengamankan lima terduga pelaku dan menyita 40 paket sabu dengan berat bruto…

2 hari ago
  • Berita

Dukung Bejeghum P4GN, TP-PKK Empat Lawang Launching Program ANANDA BERSINAR di Kecamatan Ulu Musi

TP-PKK Kabupaten Empat Lawang bersama BNN melaksanakan launching ANANDA BERSINAR di Kecamatan Ulu Musi dengan…

2 hari ago
  • Berita

Bejeghum P4GN di Sikap Dalam, Ajak Warga Empat Lawang Perangi Narkoba dari Desa

Bejeghum P4GN di Sikap Dalam mengajak keluarga, sekolah, dan masyarakat Empat Lawang melindungi generasi muda…

2 hari ago
  • Berita

Bupati Joncik Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Korban Kebakaran di Padang Tepong

Bupati Joncik Muhammad mengunjungi korban kebakaran di Padang Tepong, Ulu Musi, dan menyerahkan bantuan pribadi…

3 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Sekda Fauzan Tekankan Loyalitas ASN dan Sinergi Bangun Empat Lawang

Sekda Fauzan Khoiri Denin mengingatkan ASN Empat Lawang menjaga loyalitas, memperkuat sinergi OPD, dan mengikuti…

4 hari ago