Sedekah 40 Hari Berujung Tragedi, Kakak Tewas Dihakimi dengan Enggrek oleh Adik Ipar!

oleh -134 Dilihat
oleh
Pertikaian soal bansos acara 40 hari berubah menjadi pembunuhan tragis di Muratara. Salamat tewas dianiaya adik iparnya dengan enggrek. (*/ILS)

Ringkasan Berita:

° Pertikaian soal letak bansos untuk acara 40 hari ibu yang baru meninggal berujung tragedi di Muratara.

° Salamat tewas setelah dianiaya adik iparnya, Ahmad Hendri, dengan enggrek.

° Pelaku menyerahkan diri, polisi lakukan penyelidikan.


MURATARA, LINTANGPOS.com – Desa Embacang Baru, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mendadak gempar pada Jumat (5/12/2025).

Sebuah konflik keluarga yang awalnya sepele berubah menjadi tragedi memilukan: Salamat (55), warga Embacang Baru Ilir, tewas akibat dianiaya adik iparnya sendiri, Ahmad Hendri (33).

Peristiwa itu pecah di depan rumah Ahmad. Warga awalnya tak menyangka obrolan soal bantuan sosial (bansos) berupa beras dan minyak goreng akan berakhir dengan pertumpahan darah.

Awal Perselisihan Bansos untuk Acara 40 Hari

Bansos tersebut sejatinya diperuntukkan bagi ibunda mereka yang baru meninggal sebulan lalu.

Menurut Ade, salah satu warga sekaligus kerabat korban, keluarga berencana menggunakan beras dan minyak itu untuk sedekah memperingati 40 hari wafatnya sang ibu.

BACA JUGA: Pria Ditemukan Tewas Tengah Malam di Kompleks Kodim OKI: Warga Kaget Saat Coba Memanggil!

Namun Ahmad membawa pulang bansos itu ke rumahnya sendiri.

Mendengar hal tersebut, Salamat mendatangi adik iparnya hanya untuk menanyakan alasan bansos itu tidak diletakkan di rumah mertuanya, sesuai rencana keluarga.

“Ini bukan soal rebutan bansos. Kakak kami cuma mau menanyakan kenapa bantuan itu dibawa ke rumah pelaku, padahal untuk acara 40 hari,” jelas Ade kepada wartawan saat berada di mobil ambulans mengantar korban.

Sekejap Gelap Mata

Belum diketahui pasti apa yang memicu kemarahan Ahmad, namun menurut warga, pelaku tiba-tiba keluar rumah sambil membawa enggrek—alat pemanen sawit—dan langsung menyerang Salamat.

Serangan bertubi-tubi membuat korban mengalami banyak luka.

BACA JUGA: Batas Kebun Berdarah! Pria Muda Tewas Dibacok Sepupu Sendiri

Meski terluka parah, Salamat masih berusaha melarikan diri dengan motor.

Namun ia terjatuh di tengah jalan dan ditemukan warga dalam kondisi kritis.

“Kakak kami masih sempat bilang bahwa dia dipukul Ahmad pakai enggrek,” ujar Ade.

Warga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Ar-bunda Lubuklinggau. Namun nyawa Salamat tak tertolong.

Pelaku Diserahkan Keluarga

Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama melalui Kasat Intelkam Iptu Baitul Ulum membenarkan insiden ini.

BACA JUGA: Wakil Bupati Bacakan Pidato PGRI, Ungkap Pesan Mengejutkan untuk Guru di Empat Lawang!

Ahmad Hendri telah diserahkan langsung oleh Kepala Desa dan pihak keluarga ke Polres Muratara.

“Pelaku sudah diamankan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Baitul. (*/red)


No More Posts Available.

No more pages to load.