Puluhan pelajar SD dan SMP di Desa Bungin Tinggi, OKI, gagal mengikuti pelajaran setelah sekolah mereka dirantai oleh pemilik tanah yang mengklaim memiliki sertifikat sah,.Senin (13/10/2025). Foto: Istimewa
OKI, LintangPos.com — Aktivitas belajar di dua sekolah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, sempat lumpuh total pada Senin (13/10/2024).
Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Berkat dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 SP Padang yang berada di Desa Bungin Tinggi, Kecamatan SP Padang, mendadak disegel oleh pihak yang mengaku sebagai pemilik sah tanah lokasi sekolah.
Pintu gerbang kedua sekolah tersebut dirantai dan dipasangi papan bertuliskan peringatan hukum.
Dalam papan itu tertulis bahwa tanah tersebut dalam sengketa dan dilarang digunakan untuk aktivitas apa pun.
Tulisan tersebut juga mencantumkan ancaman pidana berdasarkan Pasal 551 KUHP tentang memasuki pekarangan tanpa izin dan Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan.
Di bawahnya tercantum nama Rumah Hukum Thabrani & Partners sebagai pihak kuasa hukum pemilik lahan yang mengklaim bernama H. Darsono.
BACA JUGA: Lapas Empat Lawang Gelar Razia Gabungan Tengah Malam, Pastikan Lingkungan Aman dan Tertib
Akibat penyegelan ini, para siswa SD dan SMP yang sudah datang ke sekolah terpaksa kembali ke rumah.
Video suasana tersebut kemudian viral di media sosial, memicu perhatian masyarakat luas.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Bungin Tinggi, Ibrahim (70), menjelaskan bahwa tanah tempat berdirinya sekolah itu sebenarnya telah diganti rugi oleh warga Desa Bungin Tinggi dan Desa Penyandingan sejak tahun 1977.
“Namun, anak dari pemilik tanah saat ini memegang sertifikat yang diterbitkan tahun 1982. Itu berarti ganti rugi sebelumnya seolah tidak diakui,” ujar Ibrahim.
Ia juga mempertanyakan mengapa pembangunan sekolah terus berlanjut jika memang status lahan masih dipermasalahkan.
Sementara itu, Kepala Desa Bungin Tinggi, Yohanes, membenarkan kejadian tersebut.
BACA JUGA: Pelajar SDN 25 Tungkal Ilir Belajar di Pondok Darurat, Warga Bangun Sekolah Secara Swadaya
Ia menyebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek SP Padang untuk membuka segel agar siswa dapat kembali belajar.
“Alhamdulillah, pagi tadi anak-anak bisa melanjutkan proses belajar karena ada jadwal ulangan di sekolah,” ungkap Yohanes.
Page: 1 2
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad meninjau langsung kesiapan akhir Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad melakukan kunjungan dan pengecekan akhir kesiapan Sekolah Rakyat menjelang pelaksanaan…
Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menghadiri Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Sumsel sekaligus pelantikan PDPM Lubuk Linggau.
Lima desa di Empat Lawang diusulkan mendapat pembangunan BTS untuk memperluas akses internet dan mengurangi…
Dua qori asal Rejang Lebong, Herdiansyah dan Nofita Sari, mewakili Bengkulu pada MTQ Nasional 2026…
Festival Literasi Sumsel 2026 resmi dibuka Herman Deru. Sebanyak 4.648 buku terkumpul dalam gerakan memperkuat…