Hewan buas itu berdiri tepat di tengah jalan seolah menutup satu-satunya akses pulang yang harus dilalui Jakuk.
Entah berapa detik keduanya saling berhadapan.
Jawara yang selama ini dikenal tak takut kepada manusia itu justru diliputi ketakutan luar biasa.
BACA JUGA: Ekshumasi Gita Fitri, Mengurai Misteri Kematian di Kebun Talang Sawah
Tanpa berpikir panjang, Jakuk membalikkan badan lalu berlari sekencang-kencangnya menuju arah perbatasan desa.
Warga yang masih terjaga malam itu dibuat heran ketika melihat Jakuk datang dengan napas tersengal-sengal.
Wajahnya pucat. Tubuhnya gemetar. Tidak seperti sosok garang yang biasa mereka kenal.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Jakuk terus mengatakan bahwa dirinya baru saja berhadapan langsung dengan seekor harimau di tengah jalan hutan tersebut.
BACA JUGA: Kuasa Hukum Bergerak, Misteri Kematian Gita Dipertanyakan
Sejak saat itu, kisah keberanian Jakuk justru selalu dikaitkan dengan malam ketika ia memilih menyelamatkan diri daripada menghadapi penghuni hutan.
Harimau memang bukan satu-satunya cerita yang membuat kawasan itu terkenal.
Hutan yang menjadi pemisah Desa Lubuk Kelumpang, yang kini bernama Kelurahan Kelumpang Jaya, dengan Kampung Pensiunan itu sejak lama diyakini menyimpan berbagai pengalaman aneh yang dialami warga.
Di masa lalu, sebelum permukiman berkembang seperti sekarang, wilayah tersebut benar-benar masih dipenuhi pepohonan raksasa.
BACA JUGA: Mahasiswi Asal Rejang Lebong Hilang Misterius di Bengkulu
Jalan sempit membelah hutan dengan penerangan yang nyaris tidak ada.
Salah satu yang paling diingat warga adalah keberadaan pohon Kemang berukuran sangat besar di pinggir jalan.
Batangnya begitu besar hingga beberapa orang dewasa disebut tidak cukup untuk memeluknya.
Rimbunnya dahan membuat area di bawah pohon selalu tampak gelap, bahkan ketika bulan sedang terang.
Pohon Kemang itu diyakini menjadi pusat berbagai cerita mistis.





