Semakin keras ia mengayuh, semakin besar pula rasa takut yang menyelimuti dirinya.
Setelah beberapa saat, barulah sepeda itu mendadak kembali melaju seperti biasa.
Tanpa ada batu, lumpur ataupun kerusakan pada kendaraan yang dapat menjelaskan kejadian tersebut.
Cerita itu kemudian menjadi salah satu legenda paling terkenal tentang jalan hutan antara Kelumpang dan Kampung Pensiunan.
Kini suasana kawasan tersebut telah jauh berubah.
Hutan lebat perlahan mulai terbuka. Rumah-rumah warga berdiri di berbagai sisi.
Jalan pun semakin ramai dilalui kendaraan setiap hari sehingga kesan menyeramkan masa lalu mulai memudar.
Generasi muda mungkin hanya mengenal lokasi itu sebagai kawasan permukiman biasa.
Mereka tidak lagi merasakan bagaimana gelapnya jalan hutan pada era ketika listrik belum menerangi setiap sudut kampung.
BACA JUGA: DPR Soroti Perusahaan Sawit 18 Tahun Tanpa HGU di Empat Lawang dan OKU Timur
Meski demikian, bagi warga yang tumbuh pada masa itu, kenangan tentang lorong pohon besar, harimau tengah malam, perempuan misterius, bola api, hingga pohon Kemang raksasa tetap hidup sebagai cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.






