Apakah seluruh kisah tersebut benar-benar terjadi, sekadar pengalaman pribadi, atau hanya legenda yang berkembang karena suasana hutan yang begitu mencekam, tidak ada yang mampu memastikan.
Yang jelas, nama Jakuk masih sering disebut ketika warga berkumpul membicarakan cerita-cerita lama Tebing Tinggi.
Seorang jawara kampung yang dikenal tak gentar menghadapi siapa pun, tetapi pada suatu malam sunyi pukul setengah satu dini hari memilih berlari tergopoh-gopoh demi menyelamatkan diri setelah berhadapan dengan seekor harimau di tengah jalan hutan.
BACA JUGA: 9 Benda di Rumah yang Dipercaya Menghambat Rezeki Menurut Primbon Jawa
Dan sejak malam itu, lorong hutan antara Kelumpang Jaya dan Kampung Pensiunan tak hanya dikenang sebagai jalan penghubung utama dua kampung, melainkan juga sebagai saksi lahirnya salah satu legenda paling dramatis dalam ingatan masyarakat Empat Lawang. (*/red)






