“Semua omongan orang yang membuat kita luka, lukanya sudah ada di dalam. Mereka hanya push the button untuk menyadari bahwa kita punya luka,” menjadi inti refleksi yang disampaikan Abu Marlo.
Sandra Novita Akui Mudah Terpicu
Sandra Novita mengaku percakapan tersebut cukup relevan dengan dirinya. Ia menyadari bahwa dirinya termasuk pribadi yang cukup mudah terpicu, cepat marah, bahkan terkadang mengalami ledakan emosi.
BACA JUGA: Pulo Mas Bangkit! Musim Tanam Baru Siap Curi Perhatian Wisatawan
Menurutnya, seseorang yang dianggap menyebalkan mungkin memang melakukan tindakan yang tidak menyenangkan.
Namun, reaksi berlebihan bisa saja muncul karena adanya trauma atau luka emosional yang belum selesai.
Sandra juga menekankan bahwa proses mengelola emosi membutuhkan latihan setiap hari.
Namun, ia mengingatkan bahwa mengambil jarak dari lingkungan yang toksik terkadang juga diperlukan.
BACA JUGA: Alessandro Nesta: Liverpool Kalah di Final 2007 karena Terlalu Banyak Gaya
“Kalau lukanya terlalu banyak disentuh-sentuh, tetap sakit. At some point, kita harus keluar dulu,” ungkap Sandra.






