Sandra juga menekankan bahwa proses mengelola emosi membutuhkan latihan setiap hari.
Namun, ia mengingatkan bahwa mengambil jarak dari lingkungan yang toksik terkadang juga diperlukan.
BACA JUGA: Alessandro Nesta: Liverpool Kalah di Final 2007 karena Terlalu Banyak Gaya
“Kalau lukanya terlalu banyak disentuh-sentuh, tetap sakit. At some point, kita harus keluar dulu,” ungkap Sandra.
Bukan Susah, Tapi Tidak Terlatih
Dalam bagian akhir percakapan, Abu Marlo menyampaikan bahwa orang lain memang bisa membuat seseorang merasa kesal atau bete.
Namun, kemampuan untuk mengelola rasa kecewa bergantung pada bagaimana seseorang merespons situasi tersebut.
BACA JUGA: Filipe Luis: Pertarungan GOAT Ronaldo vs Messi Tak Sebanding, Messi Jauh di Atas
Sandra pun menyadari bahwa tidak semua perkataan buruk harus diberikan ruang untuk melukai diri.
Namun, ketika Sandra menyebut hal tersebut sulit dilakukan, Abu Marlo memberikan jawaban singkat yang menjadi penutup percakapan.
“Bukan susah, tidak terlatih.”
Reminder yang diisi suara Abu Marlo dan Sandra Novita ini mengajak pendengar untuk lebih mengenali dirinya sendiri.
Sebab, ketika seseorang mudah terpicu oleh perkataan orang lain, mungkin ada luka lama yang sebenarnya belum sepenuhnya sembuh. (*/red)
Page: 1 2
Polres Empat Lawang menetapkan seorang oknum kepala desa di Kecamatan Lintang Kanan sebagai tersangka kasus…
Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi mengungkap kasus dugaan karhutla di Desa Seguli Kecil…
Ketua DPRD Empat Lawang Darli berharap jumlah barang bukti ganja dan sabu-sabu terus menurun serta…
Polsek Tebing Tinggi mengamankan seorang pria terkait dugaan pencurian 20 janjang sawit senilai Rp1,2 juta…
Kejaksaan Negeri Empat Lawang memusnahkan barang bukti perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum…
Bupati Joncik Muhammad meminta Kejari Empat Lawang mengkaji persoalan HGU perkebunan dan membantu optimalisasi BPHTB…