Categories: Artikel Sumsel

Si Pahit Lidah, Legenda Sakti yang Terus Hidup di Sumatera Selatan

LINTANGPOS.com – Kisah Si Pahit Lidah atau Serunting Sakti menjadi salah satu legenda yang begitu melekat dalam kehidupan masyarakat Sumatera Selatan.

Ceritanya diwariskan dari generasi ke generasi dan masih kerap dituturkan, terutama ketika berbincang dengan para tokoh adat di berbagai daerah.

Tokoh yang dikenal dengan sejumlah nama, termasuk Si Badrin dan Si Pengucap, tersebut dipercaya memiliki kesaktian di luar kemampuan manusia biasa.

Julukan Si Pahit Lidah muncul karena setiap perkataan yang diucapkannya dipercaya dapat menjadi kenyataan.

Kisah Serunting Sakti memiliki banyak versi yang berkembang di tengah masyarakat.

Perbedaan versi tersebut merupakan hal yang lazim dalam tradisi lisan, sebab cerita diwariskan melalui tuturan dan mengalami penyesuaian sesuai lingkungan masyarakat yang menceritakannya.

Dalam konteks pemajuan kebudayaan, tradisi lisan merupakan salah satu objek kebudayaan yang perlu dilestarikan.

Tradisi tersebut mencakup berbagai bentuk tuturan turun-temurun, mulai dari sejarah lisan, dongeng, rapalan, pantun hingga cerita rakyat.

Jejak Si Pahit Lidah di Pagaralam

Kota Pagaralam menjadi salah satu wilayah di Sumatera Selatan yang memiliki tradisi kuat dalam pewarisan kisah Si Pahit Lidah.

Pada Oktober 2023, BPK Wilayah VI turut menelusuri kisah Si Pahit Lidah di wilayah tersebut.

Salah satu jejak yang menarik perhatian adalah keberadaan makam di atas bukit di Desa Pelang Kenidai.

Makam tersebut diyakini masyarakat sebagai tempat peristirahatan terakhir Serunting Sakti.

Keberadaan makam menjadi salah satu alasan kisah tokoh tersebut tetap hidup dalam ingatan masyarakat setempat.

Menurut Chozali, warga Pagaralam yang dipercaya sebagai juru kunci makam, versi cerita yang berkembang di Pagaralam menyebut Serunting Sakti sebagai keturunan Dewa Semidang atau Batare, yang juga dikenal sebagai Puyang Panjang atau Bujang Semidang.

Dewa Semidang disebut berasal dari daerah Pinang Belingkar, Pagaruyung, Sumatera Barat.

Dari garis keturunan tersebut kemudian berkembang kisah tentang Serunting Sakti yang memiliki perjalanan hidup penuh konflik dan kesaktian.

Kisah Tujuh Bidadari

Dalam cerita yang berkembang di Pagaralam, tokoh Serunting Sakti juga dikenal sebagai Si Badrin.

Page: 1 2 3 4

Redaksi

Share
Tags: Danau Ranau legenda Sumatera Selatan Pagaralam Pelang Kenidai Serunting Sakti Si Pahit Lidah Tari Kebagh tradisi lisan

Recent Posts

  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

AMDAL Sekolah Rakyat Empat Lawang Sudah Rampung

Penyelesaian dokumen tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat…

1 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Sumsel

Bupati Empat Lawang Ingatkan Warga, Stop Bakar Lahan

Bupati Empat Lawang mengingatkan warga menghentikan pembakaran lahan dan mendorong pembukaan lahan tanpa bakar untuk…

2 jam ago
  • Empat Lawang
  • Pemerintahan
  • Sumsel

Bupati Joncik Tegaskan Empat Lawang Siaga Karhutla

Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad menghadiri sosialisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…

5 jam ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pertanian
  • Sumsel

Petani Gunung Meraksa Baru Gagal Panen, Distan Siapkan Bantuan Bibit

Dinas Pertanian Empat Lawang akan meninjau sawah terdampak kekeringan dan membuka peluang usulan bantuan bibit…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

Sekolah Rakyat Empat Lawang Bidik Kapasitas hingga 2.000 Peserta Didik

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang, Suparno, mengungkapkan sekolah yang kini menampung 270 siswa…

1 hari ago
  • Berita
  • Empat Lawang
  • Pendidikan
  • Sumsel

Dari Keluarga Miskin Menuju Masa Depan, Ini Harapan Joncik untuk 270 Siswa Sekolah Rakyat Empat Lawang

Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang menjadi…

1 hari ago