Jadi, walau ada darah Google yang mengalir di balik kap, kendali tetap berada di tangan Apple.
Drama di Balik Tirai: Pilihan yang Tak Tunggal
Sebelum menimbang Google, Apple sempat menjajal kemungkinan kerja sama dengan dua pemain lain: OpenAI dan Anthropic.
Bahkan laporan di bulan Juni menyebut negosiasi cukup intens terjadi. Hal ini menunjukkan Apple masih berhati-hati memilih mitra, sekaligus membuka pintu untuk kolaborasi baru dalam ekosistem Apple Intelligence.
CEO Tim Cook sudah memastikan bahwa Siri versi terbaru siap meluncur pada musim semi.
Namun ia juga menegaskan satu hal: kerja sama dengan pihak ketiga bukan akhir cerita.
Apple sedang membangun fondasi AI ciptaannya sendiri—yang kelak bisa menggantikan kebutuhan terhadap Gemini sepenuhnya.
Arah Baru Siri dan AI Apple
Jika semua berjalan sesuai rencana, peningkatan daya komputasi ini bisa menjadi tonggak kebangkitan Siri, yang selama bertahun-tahun dianggap tertinggal dibanding asisten digital lain.
Kolaborasi Apple–Google ini mungkin terdengar janggal, tetapi di era AI yang bergerak cepat, aliansi paling tak terduga pun bisa menjadi pendorong inovasi besar berikutnya.
Dan untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Siri mungkin akan benar-benar terasa… pintar. (*/red)






