Siri Naik Kelas? Apple Diduga Rogoh Rp16 Triliun demi Otak Google Gemini!

oleh -284 Dilihat
oleh
Apple disebut gandeng Google Gemini untuk meng-upgrade Siri dengan model AI 1,2T parameter, tetap lewat Private Cloud Compute dan berdampingan dengan AI internal Apple. (*/IST)

Ringkasan Berita:

° Apple dikabarkan membayar Google US$1 miliar per tahun untuk memakai Gemini demi meningkatkan kecerdasan Siri.

° Model 1,2 triliun parameter ini bakal bikin Siri lebih pintar merangkum info dan bantu perencanaan, meski Apple tetap pakai model internal untuk fitur tertentu.


JAKARTA, LINTANGPOS.com – Di tengah persaingan panas dunia kecerdasan buatan, Apple tampaknya siap mengambil langkah yang bisa membalik peta industri: menggandeng Google—ya, rival lamanya—untuk memperkuat otak digital Siri.

Menurut laporan jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, Apple dikabarkan siap merogoh kocek sekitar US$1 miliar per tahun demi lisensi model Google Gemini yang lebih canggih.

Langkah ini terasa tak biasa. Selama ini, Apple dikenal superprotektif soal perangkat dan ekosistemnya.

Namun desakan untuk memacu kemampuan AI rupanya membuat perusahaan Cupertino itu melirik kekuatan eksternal yang sudah lebih matang. Dan Gemini milik Google bukan sembarang model.

Lompatan Besar: Dari 150 Miliar ke 1,2 Triliun Parameter

Google Gemini, model multimodal yang bisa memahami teks, gambar, audio hingga kode, menawarkan kapasitas komputasi yang sangat besar: 1,2 triliun parameter.

BACA JUGA: Samsung Kuasai Dunia! Pangsa Lipatannya Meledak di Q3 2025, Saingi Ancaman iPhone Lipat

Bandingkan dengan model cloud Apple Intelligence yang saat ini hanya memiliki 150 miliar parameter. Selisihnya seperti membandingkan skuter listrik dengan pesawat jet.

Tambahan tenaga ini dirancang untuk membuat Siri lebih “nyata” sebagai asisten—lebih cepat menangkap konteks, lebih jago merangkum informasi, dan lebih andal membantu hal-hal ruwet seperti perencanaan jadwal atau koordinasi tugas.

Tetap Apple di Dalam, Google di Balik Layar

Meski begitu, jangan bayangkan Siri bakal sepenuhnya “Google-ified”. Apple tetap mempertahankan otoritas penuh atas fitur-fitur kunci.

Teknologi Gemini nanti akan berjalan melalui Private Cloud Compute, infrastruktur server aman Apple yang dirancang untuk menjaga privasi pengguna.

Jadi, walau ada darah Google yang mengalir di balik kap, kendali tetap berada di tangan Apple.

BACA JUGA: Gawat! Krisis Memori Global Bisa Bikin iPhone 18 Pro Makin Mahal —  Begini Jurus Rahasia Apple Menekan Harga!

Drama di Balik Tirai: Pilihan yang Tak Tunggal

Sebelum menimbang Google, Apple sempat menjajal kemungkinan kerja sama dengan dua pemain lain: OpenAI dan Anthropic.

Bahkan laporan di bulan Juni menyebut negosiasi cukup intens terjadi. Hal ini menunjukkan Apple masih berhati-hati memilih mitra, sekaligus membuka pintu untuk kolaborasi baru dalam ekosistem Apple Intelligence.

CEO Tim Cook sudah memastikan bahwa Siri versi terbaru siap meluncur pada musim semi.

Namun ia juga menegaskan satu hal: kerja sama dengan pihak ketiga bukan akhir cerita.

Apple sedang membangun fondasi AI ciptaannya sendiri—yang kelak bisa menggantikan kebutuhan terhadap Gemini sepenuhnya.

BACA JUGA: Samsung Nekat Patok Harga Galaxy Z TriFold Lebih Murah dari iPhone Fold — Bikin Apple Keringat Dingin!

Arah Baru Siri dan AI Apple

Jika semua berjalan sesuai rencana, peningkatan daya komputasi ini bisa menjadi tonggak kebangkitan Siri, yang selama bertahun-tahun dianggap tertinggal dibanding asisten digital lain.

Kolaborasi Apple–Google ini mungkin terdengar janggal, tetapi di era AI yang bergerak cepat, aliansi paling tak terduga pun bisa menjadi pendorong inovasi besar berikutnya.

Dan untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Siri mungkin akan benar-benar terasa… pintar. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.