Suparno menegaskan pihak sekolah menghormati proses yang sedang berlangsung dan siap memberikan informasi maupun keterangan yang diperlukan.
Sekolah juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan dan pengasuhan di lingkungan asrama untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Terkait persoalan tersebut, pihak sekolah meminta keluarga korban datang ke sekolah untuk membahas persoalan melalui mekanisme mediasi.
“Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila sudah ada informasi yang terverifikasi dan dapat disampaikan kepada publik,” katanya.
Sekolah juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas serta kondisi psikologis anak-anak yang terlibat karena seluruhnya masih di bawah umur.
BACA JUGA: Belasan Siswa Sekolah Rakyat Dirawat di Rumah Sakit? Ini Kata Kadinsos Empat Lawang
Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Empat Lawang juga membenarkan adanya kejadian tersebut.
Sementara Dinas Sosial disebut telah mengecek kondisi korban dan membantu membawa yang bersangkutan untuk mendapatkan penanganan medis. (*/red)





