Sungai Kemumu dipertimbangkan sebagai sumber air baku karena memiliki debit yang dinilai deras dan relatif stabil meski berada dalam kondisi musim kemarau.
Jika rencana tersebut berjalan, sumber air dari Sungai Kemumu diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan air di kawasan Sekolah Rakyat.
Intake dan IPA Berjarak 2 Kilometer
Dalam rencana teknis yang disiapkan, titik intake dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) akan berada sekitar dua kilometer dari kompleks Sekolah Rakyat.
Air baku dari Sungai Kemumu nantinya diproses melalui sistem pengolahan sebelum dialirkan menggunakan jaringan perpipaan menuju asrama dan area sekolah.
Pembangunan sistem tersebut masih membutuhkan kajian teknis, khususnya terkait jaringan perpipaan dan sistem distribusi.
Kajian melibatkan BPBPK Sumsel dan Dinas PUPR dengan dukungan Perumda Tirta Seguring Betung.
BACA JUGA: Sekolah Rakyat Empat Lawang Bidik Kapasitas hingga 2.000 Peserta Didik
Menunggu Solusi Permanen
Persoalan air menjadi salah satu fasilitas penting bagi SRT 1 Empat Lawang karena sebagian siswa menjalani aktivitas pendidikan sekaligus tinggal di lingkungan asrama.
Karena itu, ketersediaan air tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar, tetapi juga kebutuhan dasar siswa sehari-hari.
Rencana pembangunan SPAM dari Sungai Kemumu diharapkan dapat memberikan pasokan air yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Sementara solusi permanen disiapkan, pemenuhan kebutuhan air dilakukan melalui langkah jangka pendek dengan dukungan pemerintah daerah.
BACA JUGA: Delapan Pekerja Sekolah Rakyat Dipulangkan, Buntut Aksi Ngadu ke Bupati
Dengan demikian, persoalan yang sempat muncul dalam video media sosial tersebut kini juga menjadi bagian dari upaya penataan dan pemenuhan fasilitas dasar di SRT 1 Empat Lawang. (*/red)






