Ringkasan Berita:
° Seorang sopir di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, berinisial S (37) ditemukan tewas tergantung di pohon cokelat dekat rumahnya pada Jumat (31/10/2025).° Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, AL (30), yang hendak memberi makan ayam.
° Polisi menduga korban bunuh diri setelah tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun masalah pribadi yang berat.
° Keluarga menerima peristiwa itu sebagai musibah dan menolak autopsi.
Lubuk Linggau, LintangPos.com – Warga Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang pria tewas tergantung di pohon cokelat pada Jumat (31/10/2025) pagi.
Korban diketahui berinisial S (37), seorang sopir yang tinggal di kawasan Jalan Waringin Lintas.
Kapolsek Lubuklinggau Utara, Iptu Sumardi Candra, membenarkan kejadian tersebut
Ia menyebut korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, AL (30), sekitar pukul 10.00 WIB saat hendak memberi makan ayam peliharaan mereka di samping rumah.
“Menurut keterangan istrinya, saat tiba di rumah setelah menjemput anak dari sekolah, korban tidak terlihat. Ketika memberi makan ayam di samping rumah, ia menemukan suaminya sudah tergantung di batang pohon cokelat,” jelas Sumardi, Sabtu (1/11/2025).
Kaget dengan penemuan tersebut, AL langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
BACA JUGA: Mekanik di OKI Tewas Ditikam Rekan Kerja, Dua Pelaku Ditangkap Kurang dari Empat Jam
Bersama beberapa tetangga, ia berusaha menurunkan tubuh korban dengan memotong tali menggunakan pisau, berharap sang suami masih bisa diselamatkan.
Namun setelah dievakuasi ke dalam rumah dan petugas datang, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
“Korban gantung diri menggunakan kain sarung, tali, dan ikat pinggang. Saat ditemukan, jarak antara kaki korban dan tanah hanya sekitar satu kepalan tangan,” tambah Sumardi.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga kuat korban meninggal akibat bunuh diri.
Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui motif di balik tindakan tragis tersebut.
“Dari keterangan istrinya, tidak ada masalah besar antara mereka, hanya cekcok kecil dua minggu lalu. Dari pihak kantor juga tidak ditemukan masalah, tidak ada utang maupun kasbon. Kami juga sudah memeriksa ponsel korban dan tidak menemukan pesan mencurigakan,” ungkap Sumardi.
BACA JUGA: Avanza Tertabrak Kereta Babaranjang di Prabumulih Timur, Pengemudi dan Anak Selamat!
Hingga Sabtu siang, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya.
Sementara itu, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum et revertum maupun autopsi.
Jenazah korban langsung dimakamkan di pemakaman umum setempat. (*/red)





