Sopir Truk Asal Bengkulu Ditemukan Tewas di Rest Area, Diduga Terlilit Utang

oleh -211 Dilihat
oleh
Sopir truk asal Bengkulu ditemukan tewas di Rest Area Bogeg, Serang. Polisi menduga korban nekat mengakhiri hidup akibat tekanan masalah utang, Minggu (1/2/2026). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

Seorang sopir truk bernama Adi Ramdani (25) ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di Rest Area Bogeg, Kota Serang. Polisi mengungkap korban diduga mengalami tekanan akibat masalah utang yang kerap ia ceritakan kepada kernetnya.


BANTEN, LINTANGPOS.com – Suasana pagi di Rest Area Bogeg, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, mendadak berubah mencekam pada Minggu (1/2/2026).

Seorang sopir truk ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di samping kendaraan yang biasa menjadi tempatnya mencari nafkah.

Peristiwa ini mengejutkan para pengunjung rest area dan memantik perhatian aparat kepolisian.

Korban diketahui bernama Adi Ramdani (25), sopir truk dengan nomor polisi BE 8105 ZX.

Ia merupakan warga Kepahiang, Provinsi Bengkulu, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan barang lintas daerah.

Truk yang dikendarainya terparkir di area istirahat saat peristiwa tragis itu terjadi.

BACA JUGA: Aksi Mainkan Kobra di Pasar, Pria Kepahiang Tewas Tragis Dipatok Ular

Kapolsek Cipocok Jaya, AKP Juwandi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari petugas keamanan rest area pada pagi hari.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh sekuriti sekitar pukul 07.00 WIB saat melakukan patroli rutin.

“Jasad korban ditemukan tadi pagi sekira pukul 07.00 WIB oleh sekuriti rest area,” ujar AKP Juwandi kepada wartawan.

Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Tubuhnya tergantung menggunakan seutas tali yang diikatkan pada besi di bagian samping truk.

Menyadari situasi darurat tersebut, petugas keamanan langsung melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

BACA JUGA: Terungkap! Oknum Kades Pesan Kamar Lokasi Wanita Tewas di Lebong

Setelah menemukan jasad korban, sekuriti kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada Reza, kernet truk yang saat itu masih tertidur di dalam kendaraan.

“Sekuriti ini ngasih tahu kernetnya yang saat itu masih tidur,” kata Juwandi.

Dari keterangan saksi, sebelum peristiwa terjadi korban sempat beristirahat terlebih dahulu sekitar pukul 01.30 WIB.

Reza menyusul tidur di dalam truk setelahnya. Hingga pagi hari, tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang terlihat oleh saksi.

“Korban ini tidur duluan,” ungkap Juwandi.

Usai menerima laporan, petugas Polsek Cipocok Jaya langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan tempat kejadian perkara.

BACA JUGA: Pemuda Pagar Alam Ditemukan Tewas di Pajar Bulan, Ada Luka di Dada!

Polisi juga berkoordinasi dengan tim forensik dari RS Bhayangkara Polda Banten untuk proses evakuasi dan pemeriksaan awal terhadap jasad korban.

“Dari laporan yang kami terima, kami langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan forensik RS Bhayangkara,” pungkasnya.

Hasil pemeriksaan sementara dan keterangan saksi mengarah pada dugaan bahwa korban mengalami tekanan psikologis akibat masalah utang.

Kepada kernetnya, korban disebut kerap mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidup.

“Diduga masalah utang. Korban ini menurut pengakuan kernetnya sudah beberapa kali ingin bunuh diri,” jelas Juwandi.

Sementara itu, Dokter forensik RS Bhayangkara Polda Banten, dr. Donald Rinaldi Kusumaningrat, membenarkan bahwa jasad korban telah berada di rumah sakit.

BACA JUGA: Tragis! Balita 1 Tahun Tewas di Genangan Air Rumah

Pihak keluarga korban juga telah datang untuk proses penanganan lebih lanjut.

“Keluarga korban masih di rumah sakit,” imbuhnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan tidak ada unsur lain dalam peristiwa tersebut. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.