Sumsel Perketat Karhutla, Satgas Darat Jadi Ujung Tombak

oleh -232 Dilihat
oleh
Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel di Griya Agung Palembang, Senin (31/8/2026). Foto: Pemprov Sumsel

Dampak Karhutla terhadap aktivitas pendidikan juga menjadi perhatian.

Pemerintah melakukan penyesuaian jam masuk sekolah sebagai salah satu langkah menghadapi kondisi udara akibat asap.

Sementara dampak ekonomi masih dikaji, terutama untuk mengetahui sektor-sektor yang mengalami gangguan akibat bencana asap.

BACA JUGA: Empat Lawang Siagakan Pasukan Hadapi Ancaman Karhutla dan El Nino

BNPB: Satgas Darat Jadi Kekuatan Utama

Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto menyebut kondisi Karhutla di Sumsel menunjukkan perbaikan.

Berdasarkan data hingga 30 Agustus 2026, terdeteksi 11 titik api dengan luasan lebih dari 60 hektare.

Dari luasan tersebut, sekitar 15 hektare telah berhasil dipadamkan.

BACA JUGA: Hotspot Sumsel Capai 1.502 Titik Empat Lawang Siaga, Karhutla Masih Terkendali

Sementara sekitar 45 hektare lainnya masih dalam penanganan intensif.

Upaya pemadaman melalui udara juga telah dilakukan.

Sekitar 2,5 hektare area ditangani menggunakan operasi water bombing.

Namun, menurut Suharyanto, sebagian besar pekerjaan pemadaman tetap harus mengandalkan kekuatan personel di darat.

BACA JUGA: Polda Sumsel Bagikan Ribuan Masker untuk Lindungi Warga

“Satgas Darat adalah kekuatan utama. Kami sepakat pengoperasian di darat lebih utama dibanding hanya mengandalkan udara,” tegasnya.

Kekuatan Satgas Darat di Sumsel akan terus ditingkatkan dengan koordinasi bersama para kepala daerah.

Langkah tersebut dinilai penting, terutama untuk memastikan api yang telah dipadamkan tidak kembali menyala.

Kondisi lahan, khususnya gambut, membutuhkan penanganan berulang agar bara di bawah permukaan benar-benar dingin.

BACA JUGA: Enam Hotspot Terdeteksi di Empat Lawang

Kabar baik datang dari prakiraan cuaca. Berdasarkan laporan BMKG yang disampaikan dalam rapat, terdapat potensi bibit hujan pada awal September.

Kondisi tersebut diharapkan membantu proses pemadaman Karhutla.

Ancaman Kekeringan Masih Mengintai

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah pusat akan terus mengawal langsung penanganan Karhutla sesuai arahan Presiden.

BACA JUGA: Sumsel Siapkan 60 Ribu Hektar Percepat Ekstensifikasi Sawit 

Ia mengingatkan bahwa ancaman kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga awal Oktober.

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.