Sumsel Raih Peringkat Kedua Nasional dalam Penilaian Lembaga Pendidikan Pesantren

oleh -1979 Dilihat
Gubernur Sumsel menerima audiensi Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (29/10/2025). Foto: dok/ist/sumselprov.go.id

“Mulai tahun 2026, data santri Aliyah akan kita masukkan untuk diberikan bantuan per siswa per bulan, secara by name by institution. Ini bentuk keseriusan Pemprov Sumsel dalam mengakui pesantren sebagai institusi pendidikan formal,” jelasnya.

Selain dukungan finansial, Deru juga menyoroti pentingnya pembelajaran berbasis teknologi informasi (IT) agar pesantren mampu beradaptasi dengan era digital dan meningkatkan daya saing santri.

“Di era digital ini, kalau santri tidak menguasai teknologi, maka akan sulit bersaing. Pesantren juga harus adaptif terhadap perkembangan zaman,” ungkapnya.

BACA JUGA: Marching Band Pesantren Daarul Mahabbah Raih Juara Umum II di Musi Soundsport 2025

Syukuran dan Aspirasi Dunia Pesantren

Pimpinan Ponpes Aulia Cendikia Palembang, KH. Hendra Zainudin Al Qodiri, turut menyampaikan rasa syukur atas capaian nasional ini.

Sebagai bentuk apresiasi, pihaknya berencana menggelar “Doa Seribu Santri” di Griya Agung sebagai simbol kebersamaan dan rasa terima kasih kepada pemerintah provinsi.

Selain itu, KH. Hendra juga menyampaikan sejumlah aspirasi dari PWNU Sumsel, di antaranya permintaan rehabilitasi kantor NU, penandatanganan prasasti kantor baru, dan bantuan mobil operasional untuk mendukung kegiatan organisasi.

Ia pun mengundang Gubernur Herman Deru untuk hadir dan membuka kegiatan Seminar Pesantren Ramah Anak dan Pelatihan Santri Terampil yang akan digelar pada 8 November 2025, sekaligus doa syukuran atas Anugerah Ponpes Award yang diterima Gubernur Deru atas kepedulian dan perhatian besarnya terhadap dunia pesantren di Sumatera Selatan.

Langkah Nyata untuk Dunia Pesantren

BACA JUGA: Gubernur Herman Deru: Santri Adalah Pejuang Bangsa dan Penjaga Peradaban

Menanggapi hal itu, Gubernur Deru menyambut baik rencana kegiatan syukuran tersebut.

Ia bahkan berharap kegiatan tersebut dapat dirangkaikan dengan penyerahan Bantuan BOS Daerah kepada seluruh pondok pesantren serta launching program “GSMP Goes To Pondok Pesantren”, sebuah inisiatif baru yang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pesantren dalam bidang pendidikan dan sosial.

No More Posts Available.

No more pages to load.