Iim menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat pelaksanaan program, terutama dalam mendorong hilirisasi komoditas pertanian strategis.
“Kolaborasi dan dukungan Pemprov Sumatera Selatan menjadi kunci percepatan hilirisasi komoditas pertanian strategis,” katanya.
Sementara itu, Strategic Advisory PTPN IV Irwan Perangin-Angin memaparkan potensi areal ekstensifikasi kelapa sawit di Sumatera Selatan mencapai 66.005,65 hektare.
Dari total potensi tersebut, sekitar 45.071,38 hektare berada pada kawasan hutan konversi atau produksi.
Sementara 20.934,27 hektare lainnya merupakan Areal Penggunaan Lain (APL).
Potensi areal terbesar disebut berada di Kabupaten Lahat, Kabupaten Musi Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Dengan potensi tersebut, Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah yang memiliki peran strategis dalam mendukung program nasional ekstensifikasi dan hilirisasi kelapa sawit.
Pemprov Sumsel menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN dan instansi teknis diperlukan agar pengembangan tersebut tidak hanya memperluas areal produksi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. (*/red)
Page: 1 2
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…
Delapan pekerja proyek Sekolah Rakyat Empat Lawang dipulangkan setelah mengadukan upah. Pihak Waskita membantah ada…