“Surat untuk Masa Mudaku” pun menjadi sebuah pesan sederhana bagi kita semua: jangan terburu-buru menghakimi, karena kita tidak pernah benar-benar tahu luka yang sedang diperjuangkan seseorang.
Masa lalu mungkin tidak bisa diubah, tetapi masa depan selalu bisa diperbaiki. (*/gia)





