Ringkasan Berita:
° Pemkab Empat Lawang mengimbau warga tidak merayakan tahun baru 2026 sebagai bentuk empati atas bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
° Melalui surat edaran resmi, seluruh bentuk pesta dan hiburan dilarang, diganti doa dan keheningan.
EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang resmi mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan pergantian Tahun Baru 2026.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati dan penghormatan atas duka mendalam yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Pulau Sumatera akibat bencana alam.
Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 300/25/SATPOLPP/2025, yang dikeluarkan langsung oleh Pemkab Empat Lawang.
Dalam surat tersebut, masyarakat diajak menyambut pergantian tahun secara tertib, sederhana, dan tidak berlebihan.
“Mari sambut tahun baru dengan doa dan keheningan tanpa perayaan,” ujar Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad dalam keterangan tertulisnya.
Solidaritas untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar
BACA JUGA: Tragis di Jalan Raya! 14 Nyawa Melayang, Motor Jadi Biang Kecelakaan di Empat Lawang Sepanjang 2025
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang hingga kini masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.
Pemerintah daerah menilai bahwa pesta dan hiburan tidak selaras dengan suasana duka yang sedang dirasakan saudara-saudara di wilayah lain Sumatera.
“Bersama Sumatera dalam duka,” imbuh Joncik.
Semua Bentuk Pesta Dilarang
Dalam surat edaran tersebut, Pemkab Empat Lawang secara tegas melarang seluruh aktivitas yang berpotensi menimbulkan kegaduhan pada malam pergantian tahun, antara lain:
- Pesta rakyat
- Pesta muda-mudi
- Musik dan organ tunggal
- Konsumsi minuman beralkohol
- Penyalahgunaan narkotika
BACA JUGA: Estafet Kepemimpinan Berganti! Noperman Jabat Plt Kadis Pariwisata Empat Lawang yang Baru
Petugas dari Satpol PP dan aparat terkait akan melakukan pengawasan untuk memastikan kebijakan ini berjalan dengan baik.
Tahun Baru dengan Makna Baru
Alih-alih kembang api dan hingar bingar, Empat Lawang mengajak warganya mengawali 2026 dengan doa, refleksi, dan kepedulian sosial.
Sebuah pesan bahwa pergantian tahun tidak selalu harus dirayakan dengan kemeriahan, tetapi bisa dimaknai sebagai momentum memperkuat kemanusiaan. (*/red)






