Tak Mau Anak Terlewat, MBG Empat Lawang Tembus Wilayah Pelosok

oleh -104 Dilihat
oleh
Pemkab Empat Lawang memastikan program Makan Bergizi Gratis menjangkau wilayah 3T melalui pendataan akurat calon lokasi dapur SPPG. (*/IST)

Ringkasan Berita:

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang memastikan program Makan Bergizi Gratis menjangkau wilayah terpencil. Melalui rapat lintas sektor dan pendataan terintegrasi, calon lokasi dapur SPPG wilayah 3T disiapkan agar hak gizi anak, ibu hamil, dan balita terpenuhi.


EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar dirasakan hingga ke wilayah paling pelosok.

Tak hanya menyasar kawasan perkotaan, program nasional ini dipastikan menjangkau daerah terpencil, terdepan, dan tertinggal (3T) di seluruh penjuru Empat Lawang.

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi pendataan calon lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah 3T yang digelar beberapa waktu lalu.

Rapat ini menjadi tindak lanjut dari kegiatan monitoring dan evaluasi pengembangan SPPG di daerah terpencil yang sebelumnya dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) secara virtual.

Rakor tersebut melibatkan lintas sektor strategis. Hadir dalam kegiatan itu antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,

Kepala DPPKB, seluruh Camat se-Kabupaten Empat Lawang, Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Koordinator Wilayah SPPG BGN Kabupaten Empat Lawang.

BACA JUGA: Only 72% of South Sumatra MBG Kitchens Meet Hygiene Standards

Kolaborasi ini dinilai krusial agar pendataan berjalan menyeluruh dan tepat sasaran.

Mewakili Bupati Kabupaten Empat Lawang, Asisten II Setda Empat Lawang, Rapani, menegaskan bahwa program MBG merupakan hak dasar setiap anak bangsa.

Negara, kata dia, wajib hadir tanpa memandang batas wilayah.

“Pemerintah harus memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang terlewat dalam mendapatkan haknya atas Makan Bergizi Gratis. Negara harus hadir bahkan sampai ke wilayah terpencil,” tegas Rapani.

Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam pelaksanaan MBG di wilayah 3T bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga akurasi data.

Oleh karena itu, pendataan yang terintegrasi antarinstansi menjadi kunci utama agar pembangunan dapur SPPG benar-benar menyentuh kelompok yang paling membutuhkan.

BACA JUGA: Anggaran Kurang, Sekolah Gratis Mandek di Tengah Dana MBG Jumbo

Dalam rakor tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memaparkan data detail terkait jumlah sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta total siswa yang berada di wilayah terpencil.

Data ini menjadi acuan penting untuk memastikan peserta didik di daerah sulit akses tetap memperoleh layanan gizi yang layak.

Sementara itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menyampaikan data kelompok rentan lainnya, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kelompok ini menjadi prioritas utama dalam program MBG karena berpengaruh langsung terhadap kualitas generasi masa depan.

Tak kalah penting, para camat turut menyajikan data desa dan talang (sub dusun) beserta titik koordinat permukiman terpencil di wilayah masing-masing.

Informasi geografis ini sangat dibutuhkan untuk menentukan lokasi dapur SPPG agar distribusi makanan bergizi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Ledakan Ekonomi dari Dapur! Fakta Mengejutkan di Balik Program MBG Sumsel 2025

Di sisi lain, Koordinator Wilayah SPPG BGN Kabupaten Empat Lawang juga memaparkan wilayah-wilayah yang hingga kini belum terlayani program MBG atau masih mengalami keterbatasan layanan.

Data tersebut membuka gambaran nyata tantangan lapangan yang perlu segera diatasi melalui kebijakan yang tepat.

Seluruh hasil rapat koordinasi ini nantinya akan menjadi dasar rekomendasi penetapan calon lokasi dapur SPPG wilayah 3T di Kabupaten Empat Lawang.

Selain itu, data tersebut juga akan digunakan sebagai bahan koordinasi lanjutan dengan Badan Gizi Nasional guna mempercepat pemerataan layanan MBG.

Dengan langkah terencana dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang berharap program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar hadir di meja makan anak-anak, ibu hamil, dan balita—bahkan di sudut-sudut wilayah yang selama ini sulit dijangkau. (*/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.