Sidang kasus pembunuhan RA (6) memicu ketegangan saat dua saksi anak ketakutan melihat terdakwa. Ibu korban menangis histeris di hadapan majelis hakim, Rabu (20/11/2025). Foto: Istimewa
Ringkasan Berita:
° Sidang kasus penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan RA (6) berlangsung penuh emosi.
° Dua saksi anak sampai ketakutan melihat terdakwa Rozi Yanto hingga ia dikeluarkan dari ruang sidang.
° Ibu korban histeris saat barang bukti diperlihatkan. Persidangan berlanjut pekan depan.
OKI, LINTANGPOS.com – Suasana Pengadilan Negeri Ogan Komering Ilir, Rabu (19/11/2025), mendadak berubah tegang.
Sidang kasus penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan RA (6) — bocah asal Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran — berlangsung penuh beban emosional.
Bahkan sebelum pemeriksaan saksi dimulai, suasana sudah terasa berat bagi semua yang hadir.
Terdakwa Rozi Yanto (19), pemuda satu desa dengan korban, sempat diminta keluar dari ruang sidang.
Keputusan itu diambil majelis hakim setelah dua saksi anak yang merupakan teman bermain RA tampak gemetar dan ketakutan ketika melihatnya.
Mereka berdiri mematung, tak mampu menjawab pertanyaan jaksa.
BACA JUGA: Tragedi di Malam Hujan! Pengantin Baru di Mesuji Tewas Seketika Saat Istrinya Main Ponsel
Hakim Ketua Nofita Dwi Wahyuni akhirnya memutuskan menyingkirkan terdakwa sementara waktu agar pemeriksaan dapat berjalan lancar.
Barulah setelah itu, kedua anak berinisial I dan H mampu menyampaikan apa yang mereka lihat pada hari tragis tersebut.
Terdakwa kembali dihadirkan usai keterangan saksi anak selesai.
Ia mengenakan rompi tahanan berwarna merah dan duduk didampingi penasihat hukumnya, nyaris tanpa ekspresi.
Di sisi lain ruangan, Melis — ibu korban — terlihat berkali-kali mengusap air mata.
Didampingi kuasa hukumnya, ia mencoba menahan emosinya saat mengingat kembali kehilangan putri kecilnya.
“Saya kehilangan anak. Bagaimana perasaan seorang ibu kehilangan darah dagingnya?” ujarnya dengan suara bergetar.
Tangisnya kembali pecah ketika jaksa memperlihatkan pakaian terakhir yang dikenakan RA.
Jaksa Penuntut Umum, Muhammad Rezi Rivaldo, menjelaskan bahwa agenda sidang hari itu sebenarnya hanya pembacaan dakwaan.
Page: 1 2
Warga Desa Sarang Bulan, Empat Lawang, mengeluhkan bantuan beras 30 kg yang disebut hanya diterima…
Sebanyak 19 anggota Pramuka Empat Lawang menerima penghargaan Pancawarsa 2026 atas dedikasi dan kontribusi dalam…
Sebanyak 16 dokter internship ditempatkan di Empat Lawang. Sekda Fauzan Khoiri Denin menekankan pentingnya sikap…
Sekda Empat Lawang Fauzan Khoiri Denin meminta operasional travel dikaji menyusul kecelakaan maut yang menewaskan…
Pemkab Empat Lawang menjadwalkan tiga agenda pada 17 September 2026, mulai Upacara Hari Perhubungan Nasional…
Polsek Talang Padang menggencarkan Makmano Karhutla di Desa Karang Are dan mengimbau warga tidak membuka…