Teriakan Saat Senja di Sungai Musi, Anjasmi Hilang Terbawa Arus

oleh -2399 Dilihat
oleh
Seorang warga Desa Batu Lintang, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, dilaporkan tenggelam dan terbawa arus saat memasang perangkap ikan. Korban diketahui bernama Anjasmi Andesta (32), Rabu (11/2/2026). Foto: Istimewa

EMPAT LAWANG, LINTANGPOS.com – Suasana senja di tepian Sungai Musi, Rabu (11/2/2026), berubah mencekam.

Seorang warga Desa Batu Lintang, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, dilaporkan tenggelam dan terbawa arus saat memasang perangkap ikan.

Korban diketahui bernama Anjasmi Andesta (32).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, ketika cahaya matahari mulai meredup dan aktivitas warga di sungai biasanya memasuki tahap akhir sebelum malam tiba.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Anjasmi berangkat ke sungai bersama dua rekannya dengan tujuan memasang perangkap ikan di beberapa titik sepanjang aliran sungai.

Setibanya di lokasi, ketiganya sepakat berpencar untuk memasang perangkap masing-masing di titik berbeda.

BACA JUGA: Bermain di Sungai, Bocah 3,5 Tahun Hanyut Tak Kembali

Pola ini umum dilakukan agar area tangkapan lebih luas.

Namun, tak lama setelah berpencar, suasana tenang di tepi sungai mendadak pecah oleh teriakan minta tolong.

Dua rekan korban yang mendengar suara tersebut segera bergegas menuju arah sumber suara.

Mereka berusaha mendekat secepat mungkin, namun ketika tiba di lokasi yang diduga menjadi titik Anjasmi berteriak, korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.

Upaya pencarian awal dilakukan secara manual.

Kedua rekannya menyisir tepian sungai dan memanggil nama korban, berharap ada respons atau tanda-tanda keberadaan Anjasmi.

BACA JUGA: Mayat di Sungai Musi Ternyata Bocah Hanyut dari Curup

Namun hingga beberapa waktu berselang, korban tak juga ditemukan.

Dugaan sementara, Anjasmi terpeleset atau kehilangan keseimbangan saat memasang perangkap ikan, kemudian tenggelam dan terseret arus Sungai Musi yang dikenal cukup deras, terlebih menjelang malam hari.

Karakter arus yang dapat berubah sewaktu-waktu membuat risiko kecelakaan air semakin tinggi.

Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palembang.

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan satu tim Rescue menuju lokasi kejadian.

No More Posts Available.

No more pages to load.