Terkuak! Kronologi Penuh Air Mata di Balik Temuan Bayi dalam Kantong Kresek di Muba

oleh -251 Dilihat
Polisi temukan ibu pembuang bayi di Muba. Bayi meninggal setelah 8 jam di NICU. Motif dan penyebab luka masih diselidiki aparat, Selasa (18/11/2025). Foto: Istimewa

Ringkasan Berita:

° Polisi mengungkap identitas ibu yang membuang bayinya di belakang Ruko Kenzo, Sungai Lilin.

° DO (20), pekerja karaoke, melahirkan sendiri lalu meninggalkan bayinya yang akhirnya meninggal setelah 8 jam dirawat di NICU.

° Motif, luka bayi, dan pertanggungjawaban hukum masih didalami. 


MUSI BANYUASIN, LINTANGPOS.com – Di balik hiruk-pikuk Ruko Kenzo di Kelurahan Sungai Lilin, Muba, terselip sebuah kisah pilu yang mencengkeram perhatian warga.

Sosok bayi perempuan ditemukan tak berdaya di dalam kantong kresek, terselip di tumpukan kayu di belakang bangunan ruko, sebelum akhirnya berpacu dengan waktu di ruang NICU RSUD Sungai Lilin.

Namun delapan jam perawatan intensif tidak cukup menyelamatkan nyawanya.

Polisi bergerak cepat menelusuri jejak sang ibu.

Hasilnya, seorang perempuan muda berinisial DO (20), pekerja di Karaoke Kenzo, ditetapkan sebagai pelaku pembuangan bayi tersebut.

Kepada penyidik, DO mengaku melahirkan seorang diri di kamar mandi lantai bawah ruko sekitar pukul 08.00 WIB.

BACA JUGA: Kantong Kresek Bergerak di Belakang Ruko, Pekerja Angkut Pasir Temukan Bayi Perempuan Hidup!

“Ia mengakui proses persalinan dilakukan tanpa pendamping dan tanpa pertolongan medis,” ujar IPTU S Hutahaean, Kasi Humas Polres Muba.

Dengan alat seadanya, DO memotong tali pusar menggunakan gunting yang ada di kamar mandi.

Ia telah menyiapkan kain putih serta dua kantong plastik—hitam dan hijau—untuk membungkus bayi yang baru saja dilahirkannya.

Setelah membungkus anaknya, DO meletakkan bayi tersebut di tumpukan kayu di belakang ruko.

Ia kemudian kembali ke kamar mandi, membersihkan sisa darah, lalu beristirahat seolah tidak terjadi apa-apa.

Kepada polisi, DO mengaku diliputi rasa malu, terlebih kekasihnya menolak bertanggung jawab karena telah beristri.

BACA JUGA: Polda Sumsel Gagalkan Perdagangan Bayi Rp8 Juta, Empat Pelaku Ditangkap di RS Bari Palembang

Kehamilannya pun tak diketahui rekan-rekannya di tempat kerja.

Namun yang membuat aparat masih terus menggali fakta adalah adanya luka pada tubuh bayi.

DO menyebut bayinya dalam kondisi normal saat ditinggalkan, dan ia membantah menyebabkan luka-luka tersebut.

“Mengenai penyebab luka sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegas Hutahaean.

Sementara itu, pihak RSUD Sungai Lilin mengungkap kondisi kritis bayi saat tiba.

Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Iis Martilopa, M.K.M, mengatakan bahwa tim medis menemukan tiga luka berbentuk lubang pada bagian perut serta kondisi hipotermia yang mengancam nyawa.

BACA JUGA: Dua Pelajar Empat Lawang Jadi Korban Begal Usai Mendaki Bukit Kaba

Upaya intensif di ruang NICU tak cukup menstabilkan kondisi sang bayi. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.04 WIB.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari pakaian yang digunakan DO saat persalinan, kantong plastik pembungkus, sampel darah, hingga gunting dan surat keterangan kematian bayi.

Sementara itu, DO masih menjalani perawatan medis sambil menunggu proses hukum. (*/red)

CEK BERITA LINTANGPOS.com di Google Search 

No More Posts Available.

No more pages to load.