Polres Lebong menyelidiki penemuan mayat perempuan di Hotel Legapon. Tidak ditemukan luka kekerasan, polisi mendalami dugaan overdosis obat, Jum'at (16/1/2026) malam. Foto: dok/ist
Fakta baru kasus tewasnya DE (46) di Hotel Legapon, Lebong, terungkap. Kamar tempat korban ditemukan meninggal ternyata dipesan dan dibayar oknum kepala desa. Polisi mendalami peran saksi terakhir yang bersama korban sebelum kematian misterius tersebut.
LEBONG, LINTANGPOS.com – Tabir kematian seorang perempuan yang ditemukan tak bernyawa di Hotel Legapon, Desa Sukau Margo, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong, perlahan mulai tersingkap.
Fakta demi fakta baru bermunculan dan mengarah pada keterlibatan seorang pejabat desa yang kini menjadi sorotan publik.
Perempuan berinisial DE (46), warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, ditemukan meninggal dunia pada Jumat malam, 16 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB.
Namun, pengungkapan terbaru menyebutkan bahwa kamar hotel tempat korban meregang nyawa ternyata dipesan dan dibayar oleh seorang oknum kepala desa.
Informasi ini disampaikan oleh salah satu karyawan Hotel Legapon yang mengetahui langsung proses pemesanan kamar.
Karyawan tersebut mengungkapkan bahwa penanggung jawab kamar adalah oknum Kepala Desa Talang Leak II, Kecamatan Bingin Kuning, berinisial A.
BACA JUGA: Wanita Ditemukan Tewas di Hotel Lebong, Polisi Ungkap Faktanya
“Benar, yang memesan kamar dan membayar adalah seorang kades. Ia juga penanggung jawab kamar itu,” ujar karyawan hotel tersebut dengan nada hati-hati, sembari meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
Kronologi Awal: Korban Masuk Hotel Sendiri
Berdasarkan keterangan saksi dan pihak hotel, korban DE datang dan masuk ke Hotel Legapon seorang diri pada Jumat siang.
Ia menempati kamar yang telah dipesan sebelumnya.
Situasi awal tidak menimbulkan kecurigaan, sebagaimana tamu hotel pada umumnya.
Namun, suasana berubah sekitar pukul 14.00 WIB, tepat setelah salat Jumat. Seorang pria yang diduga kuat merupakan oknum kades berinisial A datang menyusul dan langsung menuju kamar korban.
BACA JUGA: Mahasiswi Asal Rejang Lebong Hilang Misterius di Bengkulu
Keduanya diketahui berada di dalam kamar selama beberapa jam.
Penyelesaian dokumen tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat…
Bupati Empat Lawang mengingatkan warga menghentikan pembakaran lahan dan mendorong pembukaan lahan tanpa bakar untuk…
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad menghadiri sosialisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…
Dinas Pertanian Empat Lawang akan meninjau sawah terdampak kekeringan dan membuka peluang usulan bantuan bibit…
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang, Suparno, mengungkapkan sekolah yang kini menampung 270 siswa…
Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Empat Lawang menjadi…