Saat korban naik ke kamar, NA yang telah bersembunyi langsung melancarkan aksinya.
BACA JUGA: Kebakaran Lahap 7 Rumah di Lorong Khotib Palembang
Korban sempat melawan, namun NA membekap dan mencekiknya sebelum menikam berulang kali di bagian vital.
Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku membawa kabur uang tunai sekitar Rp500 ribu dan sejumlah barang berharga, lalu membagi hasil rampokan bersama komplotannya.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian yang dikenakan pelaku dan sebilah pisau bergagang kayu cokelat gelap.
Kini, NA dan AR dijerat Pasal 339 dan/atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Sementara itu, pencarian terhadap dua pelaku lain masih terus dilakukan.
Bagi warga Lorong Pompa, penangkapan ini sedikit demi sedikit mengobati trauma, sekaligus menumbuhkan harapan agar keadilan benar-benar ditegakkan. (*/red)
Page: 1 2
Ulang tahun ke-56, Bupati Joncik Muhammad meminta maaf kepada ASN dan mengajak seluruh jajaran bersatu…
Kebakaran di Desa Puntang, Empat Lawang, menghanguskan empat rumah dan merusak tujuh lainnya. Dua warga…
Pemkab Empat Lawang bersama BNN dan Polres memperkuat pencegahan narkoba melalui Bejeghum, edukasi sekolah, kurikulum…
Polres Empat Lawang menyita 208 botol miras ilegal dari dua warung di Tebing Tinggi melalui…
Enam daerah irigasi di Empat Lawang akan direhabilitasi melalui program Kementerian PU dengan total anggaran…
Polsek Muara Pinang mengamankan pria berinisial Z (39) dalam kasus dugaan peredaran ganja sekitar 1…