Karyawan PT OKI Pulp & Paper Mills tewas saat bertugas dini hari. Polisi dan perusahaan bergerak cepat menyelidiki penyebab kecelakaan kerja tersebut. (*/Ilustrasi)
° Seorang karyawan pabrik di OKI, Sumatera Selatan, Yoga Aditia Pratama, tewas diduga akibat kecelakaan kerja saat monitoring produksi, Jumat dini hari.
° Polisi dan manajemen perusahaan kini melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian.
OKI, LINTANGPOS.com – Suasana kerja dini hari di sebuah pabrik di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, berubah menjadi duka.
Yoga Aditia Pratama, seorang field operator, meregang nyawa saat menjalankan tugas monitoring operasional produksi, Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa tragis ini dibenarkan Kapolsek Air Sugihan, Iptu Belky Framulia.
Begitu menerima laporan, aparat kepolisian langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal.
“Korban sempat diberikan pertolongan dan dibawa ke klinik, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Belky saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (13/12/2025).
Dari informasi sementara, Yoga diduga terjatuh saat melakukan pemantauan kegiatan produksi.
BACA JUGA: Pengendara Motor Hilang Diduga Terpental ke Sungai Lematang saat Kecelakaan di Jembatan Kebur
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
Kasus ini kini ditangani oleh Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres OKI untuk penyelidikan lebih lanjut.
Di sisi lain, manajemen PT OKI Pulp & Paper Mills menyatakan telah menjalankan prosedur penanganan darurat sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Voice Direktur perusahaan, Gadang Hartawan, menjelaskan bahwa pertolongan pertama, evakuasi medis, hingga koordinasi dengan tim K3 telah dilakukan segera setelah kejadian.
“Saat ini kami fokus pada investigasi menyeluruh untuk memahami kronologi dan penyebab kejadian,” katanya.
Gadang menambahkan, perusahaan juga memastikan penerapan pengendalian risiko sesuai ketentuan agar peristiwa serupa tidak terulang.
Koordinasi dengan pihak berwenang pun terus dilakukan.
Page: 1 2
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…