Jembatan antar desa di Ogan Ilir roboh setelah dilintasi truk alat berat. Warga terpaksa memutar jauh dan berharap perbaikan cepat dari pemerintah, Jum'at (12/12/2025). Foto: Istimewa
° Jembatan penghubung Desa Sungai Lebung–Naikan Tembakang, Ogan Ilir, Sumsel, roboh usai dilintasi truk bermuatan alat berat, Jumat malam (12/12/2025).
° Struktur tak sanggup menahan beban puluhan ton.
° Tak ada korban jiwa, namun akses warga lumpuh.
OGAN ILIR, LINTANGPOS.com – Malam yang biasanya tenang di Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mendadak berubah mencekam.
Sebuah jembatan penghubung vital antara Desa Sungai Lebung dan Desa Naikan Tembakang roboh sesaat setelah dilintasi truk bermuatan alat berat, Jumat (12/12) sekitar pukul 23.00 WIB.
Suara dentuman keras memecah keheningan.
Truk beserta muatan alat berat yang dibawanya langsung terperosok ke bagian jembatan yang ambruk.
Bahkan, sebagian muatan dilaporkan jatuh ke aliran sungai di bawahnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
BACA JUGA: Jembatan Payaraman Dibongkar Total! Bukan Pakai APBD, Ini Fakta di Balik Perbaikan Kilat 21 Hari
Ridho, warga setempat, mengaku terkejut dengan kejadian itu.
Menurutnya, sebelum insiden terjadi, kondisi jembatan tampak normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan berarti.
“Secara kasat mata jembatan ini terlihat aman. Tapi memang dari dulu hanya cocok untuk kendaraan kecil atau truk dengan muatan ringan,” kata Ridho kepada wartawan, Sabtu (13/12/2025).
Ia menduga, penyebab utama robohnya jembatan adalah beban berlebih.
Truk yang melintas membawa alat berat dengan bobot puluhan ton, jauh di atas kapasitas jembatan.
Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar 4 meter, dengan konstruksi lantai dari plat besi.
BACA JUGA: Jembatan Muaradua Ambles, Polisi Minta Warga Menjauh!
Ridho menjelaskan, tekanan berat kendaraan membuat gelagar dan plat lantai jembatan patah hingga akhirnya ambruk ke sungai.
“Kalau kendaraan berat lewat, jelas sangat berisiko. Jembatan ini memang tidak dirancang untuk itu,” ujarnya.
Selama ini, jembatan tersebut menjadi urat nadi aktivitas warga.
Selain sebagai jalur penghubung dua desa, jembatan itu juga memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari.
Page: 1 2
Penelitian Nestia Destiani membahas pemanfaatan WhatsApp sebagai media penyebaran pesan dakwah oleh remaja di Desa…
Ketua DMI Empat Lawang Dodi Irawan menegaskan masjid harus menjadi pusat peradaban, pendidikan dan pemberdayaan…
Ketua DMI Sumsel menegaskan DMI Empat Lawang harus menyatu dengan pemerintah dan aktif menguatkan agenda…
Kepengurusan baru DMI Empat Lawang resmi dilantik. Bupati Joncik berharap organisasi kembali aktif dan mampu…
Artikel ilmiah Deah Monica mengulas implementasi kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap permukiman di sekitar…
Kebakaran lahan terjadi di Tebing Alay, Empat Lawang. BPBD mengerahkan enam personel untuk memadamkan api…